Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Lawan Kecanduan Gawai, Kemendikdasmen Ajak Keluarga Hidupkan Gerakan #SatuJamBerkualitas

Despian Nurhidayat
11/3/2026 11:29
Lawan Kecanduan Gawai, Kemendikdasmen Ajak Keluarga Hidupkan Gerakan #SatuJamBerkualitas
Ilustrasi(Freepik)

DI tengah kepungan gawai dan media sosial yang kian mendominasi keseharian anak dan remaja, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah nyata. 

Melalui program Safari Penguatan Karakter, pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.

Istri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Masmidah Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan bermula dari keterlibatan aktif keluarga. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kita ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ungkap Masmidah dalam keterangan resminya, Rabu (11/3).

Adapun tujuh kebiasaan tersebut mencakup hal mendasar: bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, makan sehat dan bergizi, serta tidur tepat waktu. 

Kebiasaan sederhana ini diyakini menjadi fondasi vital bagi kesehatan fisik dan mental generasi mendatang.

Urgensi di Tengah Darurat Digital

Gerakan ini bukan tanpa alasan. Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, memaparkan data mengkhawatirkan terkait ketergantungan remaja terhadap perangkat digital.

“Sekitar 31,4% remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, 7 dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, dan 9 dari 10 remaja putra kecanduan gim daring,” jelas Rusprita.

Menurutnya, peran keluarga menjadi sentral untuk mengimbangi dampak negatif tersebut. Orangtua didorong untuk menyisihkan minimal satu jam setiap hari tanpa gangguan perangkat digital untuk melakukan aktivitas bermakna seperti berbincang, membacakan dongeng, atau bermain bersama.

Membangun Kedekatan Lewat Dongeng

Dalam kegiatan safari yang berlangsung serentak di Banten, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung ini, aktivitas mendongeng menjadi sorotan utama. 

Bekerja sama dengan Kampung Dongeng Indonesia, anak-anak diajak menyelami nilai-nilai kejujuran dan kebaikan melalui cara yang menyenangkan.

Masmidah mengapresiasi para orangtua yang terlibat langsung dalam sesi bercerita tersebut. 

Menurutnya, komunikasi dua arah melalui dongeng adalah kunci hubungan harmonis. 

“Kedekatan antara orang tua dan anak melalui kegiatan bercerita serta komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis di dalam keluarga,” tuturnya.

Selain mendongeng, acara ini juga diisi dengan pemutaran film pendek Benih Kejujuran" permainan edukatif berbasis kearifan lokal, hingga refleksi melalui penulisan esai. 

Dengan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap ekosistem pendidikan Indonesia dapat melahirkan generasi yang bahagia, merasa dicintai, dan memiliki karakter yang tangguh. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya