Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Orangtua Diingatkan Agar Lengkapi Imunisasi Anak Minimal 14 Hari Sebelum Mudik

Basuki Eka Purnama
10/3/2026 16:03
Orangtua Diingatkan Agar Lengkapi Imunisasi Anak Minimal 14 Hari Sebelum Mudik
Ilustrasi--etugas kesehatan menyuntikkan vaksin Japanese Encephalitis (JE) kepada seorang anak saat peluncuran pemberian imunisasi JE di Koramil Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Rabu (12/11/2025).(ANTARA/Jessica Wuysang)

PARA orangtua yang berencana membawa anak dalam perjalanan mudik Lebaran diimbau untuk segera melengkapi status imunisasi buah hati mereka. Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Respirologi, dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A (K), menjelaskan bahwa tubuh memerlukan waktu untuk membentuk sistem kekebalan setelah menerima vaksin. 

Jika vaksinasi dilakukan terlalu dekat dengan jadwal perjalanan, anak berisiko belum memiliki daya tahan yang cukup saat terpapar penyakit di perjalanan.

"Untuk mendapatkan perlindungan selama perjalanan maka vaksin itu memerlukan waktu yang cukup untuk menimbulkan kekebalan," ujar  Nastiti, Senin (9/3). 

"Minimal misalnya 14 hari ya, sebagian besar vaksin memerlukan waktu 14 hari atau dua pekan untuk menimbulkan kekebalan," lanjutnya.

Antisipasi Kejadian Ikutan Pascaimunisasi

Selain mengejar pembentukan antibodi, Nastiti menyoroti aspek kenyamanan anak. Pemberian vaksin yang mendadak atau tepat sebelum berangkat berisiko mengganggu rencana perjalanan akibat munculnya Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), seperti demam atau nyeri pada bekas suntikan.

Ia memperingatkan agar orangtua tidak memberikan vaksinasi sehari sebelum keberangkatan. 

"Jadi, jangan mau perginya besok baru divaksinasi hari ini, maka nanti bukan kenyamanan yang didapat tetapi justru bisa kemungkinan demam, atau misalnya nyeri pada tempat suntikan, dan tidak mendapatkan kekebalan karena waktunya belum cukup untuk menimbulkan kekebalan," jelasnya.

Sebagai langkah preventif, Nastiti juga menyarankan orangtua untuk selalu membawa obat penurun demam dalam tas perlengkapan medis selama perjalanan mudik.

Daftar Imunisasi yang Perlu Diperhatikan

Beberapa jenis imunisasi yang disarankan untuk ditingkatkan sebelum mudik guna menangkal penyakit menular antara lain adalah vaksin influenza, infeksi saluran pernapasan akibat pneumococcus, campak, dan covid-19. 

Selain itu, vaksinasi untuk hepatitis A dan hepatitis B juga perlu dilakukan jika anak belum mendapatkannya.

Secara umum, ia menekankan pentingnya pemenuhan imunisasi dasar lengkap sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Hal ini mencakup vaksinasi hepatitis B, BCG, polio, difteri, tetanus, serta campak dan rubella.

"Itu kalau kita ikut program pemerintah seharusnya semua sudah terpenuhi," pungkas Nastiti. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya