Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Tradisi "salam tempel" atau bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Di tahun 2026 ini, meski teknologi semakin canggih dengan kehadiran THR digital, esensi kebahagiaan saat melihat binar mata keponakan menerima amplop tetap tidak tergantikan. Namun, bagaimana agar tradisi ini tetap bermakna tanpa membuat dompet "kering" pasca-lebaran?
Tradisi ini berakar dari budaya Timur Tengah yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal. Di era Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16, para raja dan bangsawan sering membagikan hadiah kepada anak-anak pengikutnya sebagai bentuk rasa syukur setelah sebulan berpuasa.
Pakar antropologi Universitas Airlangga, Djoko Adi Prasetyo menjelaskan budaya THR pertama kali muncul pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari Partai Masyumi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.
Hingga saat ini masyarakat masih mempertahankan tradisi memberikan uang baru sebagai bentuk kasih sayang dan persaudaraan antar anggota keluarga.
Kini, tradisi tersebut berevolusi mengikuti zaman. Jika dulu masyarakat sibuk mengantre untuk menukar uang baru di bank, sekarang banyak yang mulai beralih ke fitur "Angpau Digital" melalui e-wallet atau QRIS yang lebih praktis dan minim risiko kehilangan.
| Kategori Usia | Estimasi Nominal (Rupiah) | Tujuan Edukasi |
|---|---|---|
| Balita/Prasekolah | Rp5.000 - Rp10.000 | Pengenalan warna dan bentuk uang. |
| Anak SD | Rp20.000 - Rp50.000 | Belajar transaksi sederhana (jajan). |
| Remaja (SMP/SMA) | Rp50.000 - Rp100.000 | Manajemen keinginan vs kebutuhan. |
Agar tidak terjebak dalam perilaku impulsif, perencana keuangan menyarankan untuk mengalokasikan maksimal 15-20% dari total pendapatan THR pribadi Anda untuk pos berbagi keluarga. Penting untuk diingat bahwa prinsip keadilan tidak selalu berarti sama rata. Memberi nominal yang berbeda berdasarkan usia adalah hal yang wajar dan dapat dijelaskan kepada anak-anak agar tidak menimbulkan kecemburuan.
Momen bagi-bagi THR adalah waktu terbaik untuk mengajarkan anak tentang literasi keuangan. Alih-alih membiarkan mereka menghabiskan semuanya untuk mainan, arahkan keponakan untuk membagi uang mereka ke dalam tiga pos:
Tradisi bagi-bagi THR untuk keponakan adalah simbol kasih sayang dan perekat silaturahmi. Baik diberikan secara fisik dalam amplop lucu maupun secara digital, nilai keikhlasan tetap menjadi yang utama. Dengan perencanaan anggaran yang matang, Anda tetap bisa berbagi kebahagiaan tanpa mengganggu stabilitas finansial di masa depan.
1. Kapan waktu terbaik memberikan THR? Biasanya dilakukan saat momen sungkeman atau kumpul keluarga besar di hari pertama atau kedua lebaran.
2. Apakah keponakan yang sudah kuliah masih perlu diberi? Tergantung tradisi keluarga, namun biasanya pemberian berhenti saat keponakan sudah memiliki penghasilan sendiri.
Seminggu jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri resmi memetakan titik krusial kemacetan untuk menjamin kelancaran arus mudik tahun ini.
Puncak arus mudik lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali. Mengantisipasi lonjakan masyarakat, Polda Jateng mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan
persiapan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M, di tengah proyeksi 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode libur mudik lebaran 2026.
Memfasilitasi perjalanan pulang kampung tanpa biaya transportasi yang tinggi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program Mudik Gratis Pemprov DKI 2026.
Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak atau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil modern.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu kepada anak-anak, keponakan, maupun kerabat kembali dinantikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved