Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Mudik Tanpa Cemas: Menjaga Kenyamanan Lebaran dengan Perlindungan Aset Menyeluruh

Basuki Eka Purnama
06/3/2026 18:51
Mudik Tanpa Cemas: Menjaga Kenyamanan Lebaran dengan Perlindungan Aset Menyeluruh
Ilustrasi(MI/HO)

MENJELANG Idul Fitri, jutaan masyarakat Indonesia bersiap melakukan tradisi mudik. Momentum pulang kampung ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan momen emosional untuk kembali bersilaturahmi dengan keluarga setelah sekian lama berpisah. Namun, di balik hangatnya tradisi ini, terdapat risiko perjalanan dan keamanan aset yang perlu diantisipasi dengan matang.

Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 123 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2023, dengan mayoritas menggunakan kendaraan pribadi. Tren ini diprediksi terus meningkat seiring membaiknya kondisi ekonomi masyarakat. 

Sayangnya, tingginya mobilitas ini berbanding lurus dengan risiko di jalan raya. Laporan Korlantas Polri menunjukkan ribuan kecelakaan lalu lintas terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran, yang sebagian besar melibatkan kendaraan pribadi.

Oleh karena itu, persiapan mudik kini tidak lagi hanya sebatas pengecekan teknis seperti ban, oli, dan mesin. Kesadaran akan perlindungan kendaraan melalui asuransi mulai menjadi bagian penting dalam perencanaan perjalanan untuk menjaga rasa aman selama menempuh jarak jauh.

Proteksi Properti dan Tempat Usaha

Selain kendaraan, aspek yang kerap luput dari perhatian adalah keamanan aset yang ditinggalkan, seperti rumah dan tempat usaha. 

Selama musim libur panjang, ruko atau kantor yang tutup memiliki potensi risiko yang lebih tinggi terhadap pencurian, kebakaran, hingga kerusakan tidak terduga lainnya.

Perlindungan asuransi properti menjadi langkah antisipatif yang relevan bagi para pelaku usaha. Dengan cakupan perlindungan terhadap risiko kebakaran dan pencurian, pemilik usaha dapat fokus menjalani momen Ramadan dan mudik tanpa rasa khawatir terhadap aset yang ditinggalkan.

"Selama musim mudik dan libur panjang, ruko atau tempat usaha yang ditinggalkan dalam kondisi kosong memiliki risiko lebih tinggi terhadap kejadian tak terduga seperti pencurian maupun kebakaran. Karena itu, perlindungan asuransi ruko menjadi langkah antisipatif agar pelaku usaha tetap merasa tenang saat fokus menjalani momen Ramadan dan mudik bersama keluarga," ujar Direktur Utama PT Asuransi Raksa Pratikara, Yuna Prabawangi.

Kemudahan Layanan Digital

Di tengah kesibukan persiapan Ramadan, masyarakat kini dimudahkan dengan layanan asuransi digital. Melalui Raksa Online App dan website resmi, pemudik dapat membeli polis, melakukan simulasi premi, hingga mengajukan klaim secara praktis tanpa harus datang ke kantor cabang.

Dengan persiapan yang matang, mulai dari kondisi fisik kendaraan hingga perlindungan aset menyeluruh, momen kemenangan Idul Fitri dapat dinikmati dengan lebih tenang dan nyaman. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya