Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG mudik lebaran, dokter mengingatkan orang tua untuk memastikan imunisasi anak sudah lengkap setidaknya dua pekan sebelum mudik. Perjalanan jarak jauh, mobilitas tinggi, dan kerumunan besar selama periode mudik meningkatkan risiko penularan penyakit infeksi, terutama pada anak.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat yang menekankan pentingnya vaksinasi sebelum perjalanan jarak jauh atau lintas wilayah. CDC menyarankan orang tua berkonsultasi lebih awal karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk kekebalan setelah vaksin diberikan.
Secara medis, sebagian besar vaksin membutuhkan waktu sekitar 10 - 14 hari untuk memicu respons imun yang optimal. Jika imunisasi diberikan terlalu dekat dengan jadwal mudik, perlindungan belum terbentuk maksimal saat anak sudah berada di perjalanan atau tiba di kampung halaman.
CDC secara khusus merekomendasikan vaksin campak atau MMR bagi anak yang akan melakukan perjalanan, terutama ke wilayah dengan risiko penularan lebih tinggi. Untuk anak usia 6–11 bulan yang melakukan perjalanan internasional, satu dosis MMR dianjurkan diberikan setidaknya dua pekan sebelum keberangkatan. Ini menunjukkan bahwa jeda waktu sebelum mobilitas besar seperti mudik memang krusial.
Selain campak, vaksin rutin seperti DPT, polio, influenza, hingga COVID-19 sesuai usia dan rekomendasi dokter juga perlu dipastikan statusnya lengkap. Selama mudik, anak sering mengalami kelelahan, perubahan pola tidur, serta terpapar banyak orang di kendaraan umum, rest area, atau tempat berkumpul keluarga besar. Situasi ini meningkatkan potensi penularan penyakit.
Mudik Tingkatkan Paparan Penyakit
Mudik berarti perpindahan massal dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu yang hampir bersamaan. Setiap wilayah memiliki profil penyakit berbeda. Anak yang sebelumnya tidak terpapar penyakit tertentu bisa lebih rentan ketika berada di lingkungan baru dengan tingkat sirkulasi virus atau bakteri yang berbeda.
Itu sebabnya pakar kesehatan menyarankan perencanaan imunisasi dilakukan beberapa minggu sebelum jadwal mudik bila memungkinkan. Namun jika waktunya terbatas, orang tua tetap dianjurkan berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui opsi percepatan jadwal vaksin.
Melengkapi imunisasi dua pekan sebelum mudik bukan sekadar formalitas, tetapi strategi perlindungan nyata bagi anak. Sebelum fokus pada tiket dan barang bawaan, orang tua sebaiknya memastikan buku imunisasi anak sudah sesuai jadwal. Perlindungan yang matang akan jauh lebih berharga dibandingkan risiko sakit di tengah perjalanan mudik. (Centers for Disease Control and Prevention/P-3)
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved