Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kenali Influenza A dan B dan Pentingnya Vaksinasi sebagai Antisipasi

Muhammad Ghifari A
31/12/2025 14:30
Kenali Influenza A dan B dan Pentingnya Vaksinasi sebagai Antisipasi
Ilustrasi(Biofarma)

Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa. Padahal, di balik gejalanya yang umum, virus ini menyimpan potensi bahaya yang dapat mengancam jiwa, terutama bagi kelompok rentan.

Dengan tingkat penularan yang sangat tinggi melalui udara dan kontak fisik, pemahaman mengenai pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan angka wabah musiman.

Mengenal Tipe A dan B

Tidak semua virus flu sama. Para ahli kesehatan mengklasifikasikan virus ini ke dalam beberapa tipe. Influenza A dan B menjadi ancaman utama bagi manusia.

Influenza A dikenal sebagai jenis yang paling berbahaya karena kemampuannya bermutasi dengan cepat dan menginfeksi hewan, yang berpotensi memicu pandemi global. Sementara itu, Influenza B meski tidak menyebabkan pandemi, tetap menjadi penyebab utama rawat inap pada anak-anak dan remaja setiap tahunnya.

Berbeda dengan flu biasa, influenza A dan B sering kali datang dengan serangan yang mendadak. Gejala khasnya meliputi:

  • Demam tinggi yang muncul tiba-tiba.
  • Nyeri otot dan sendi yang hebat.
  • Kelelahan ekstrem yang mengganggu aktivitas.
  • Batuk kering yang bisa bertahan hingga lebih dari dua minggu.

Masa inkubasi yang singkat, yakni 1 hingga 4 hari, membuat virus ini sangat cepat menyebar dalam komunitas, terutama di daerah beriklim tropis di mana virus dapat menginfeksi sepanjang tahun.

Para ahli menekankan bahwa vaksinasi tahunan adalah cara paling efektif untuk melindungi diri. Mengapa harus setiap tahun? Karena virus influenza terus bermutasi dan tingkat kekebalan tubuh manusia dapat menurun seiring waktu.

Vaksin influenza sangat direkomendasikan bagi lima kelompok prioritas:

  1. Ibu hamil.
  2. Anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
  3. Lansia di atas 65 tahun.
  4. Penderita kondisi medis kronis.
  5. Tenaga kesehatan.

Langkah Sederhana, Dampak Besar

Selain vaksinasi, pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan perilaku sehari-hari. Langkah-langkah seperti rutin mencuci tangan, menutup mulut saat bersin dengan tisu, serta menjaga jarak dari orang yang sakit adalah proteksi tambahan yang krusial. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, kita tidak hanya menjaga kesehatan pribadi, tetapi juga memutus rantai penularan di masyarakat. (biofarma/E/3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik