Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

7 Hal Sepele yang Ternyata Jadi Pemicu Utama ISPA, Jaga Paru Anda!

 Gana Buana
19/2/2026 21:18
7 Hal Sepele yang Ternyata Jadi Pemicu Utama ISPA, Jaga Paru Anda!
Hal Sepele yang Ternyata Jadi Pemicu Utama ISPA.(Freepik)

INFEKSI Saluran Pernapasan Akut atau ISPA merupakan kondisi peradangan pada saluran napas, mulai dari hidung hingga paru-paru, yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Di tengah kondisi cuaca tahun 2026 yang tidak menentu, menjaga kesehatan paru menjadi prioritas utama.

Dokter spesialis paru menekankan bahwa pencegahan jauh lebih efektif daripada pengobatan, mengingat risiko komplikasi seperti pneumonia yang bisa berakibat fatal.

Apa Saja yang Harus Diwaspadai?

Berdasarkan tinjauan medis, ada beberapa faktor risiko dan kebiasaan yang harus diwaspadai agar Anda tidak mudah terpapar ISPA:

1. Paparan Polusi Udara dan Asap Rokok

Polusi udara, baik di luar ruangan maupun di dalam rumah (asap rokok dan asap dapur), merupakan iritan utama saluran napas. Zat berbahaya dalam polusi dapat merusak bulu-bulu halus (silia) di saluran napas yang berfungsi menyaring kotoran. Jika silia rusak, kuman lebih mudah masuk dan menetap.

2. Kebersihan Tangan yang Terabaikan

Banyak virus penyebab ISPA, seperti Rhinovirus dan Influenza, berpindah melalui sentuhan. Menyentuh wajah (mata, hidung, mulut) dengan tangan yang terkontaminasi adalah jalur cepat masuknya virus ke sistem pernapasan.

3. Lingkungan yang Terlalu Lembap atau Padat

Ruangan dengan ventilasi buruk dan kelembapan tinggi memicu pertumbuhan jamur yang dapat mengiritasi paru. Selain itu, berada di kerumunan orang yang sedang sakit tanpa perlindungan masker meningkatkan risiko tertular melalui droplet (percikan air liur).

People Also Ask: Bagaimana Cara Mencegah ISPA secara Efektif?

Berikut adalah checklist praktis yang direkomendasikan oleh para ahli medis:

  • Terapkan Prinsip CERDIK: Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
  • Gunakan Masker di Area Berisiko: Terutama saat berada di transportasi umum atau wilayah dengan indeks kualitas udara (AQI) yang buruk.
  • Lengkapi Vaksinasi: Vaksin influenza tahunan dan vaksin pneumokokus sangat disarankan bagi kelompok berisiko.
  • Optimalkan Udara Ruangan: Gunakan air purifier dengan filter HEPA dan pastikan ventilasi rumah baik.
  • Hidrasi yang Cukup: Minum air putih minimal 2 liter sehari untuk menjaga kelembapan saluran napas.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Spesialis Paru?

Segera lakukan konsultasi jika Anda mengalami gejala "Red Flag" seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung turun lebih dari 3 hari, atau batuk berdahak yang disertai darah.

Sumber Referensi:

  • Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya