Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI tahun 2026, tantangan kesehatan global kembali bergeser dengan munculnya fenomena yang oleh para ahli disebut sebagai Super Flu. Berbeda dengan influenza musiman biasa, Super Flu yang didominasi oleh galur H3N2 Subclade K menunjukkan tingkat penularan yang lebih masif dan gejala yang lebih persisten. Di sisi lain, Covid-19 terus berevolusi dengan varian Stratus yang memiliki karakteristik unik.
Ketidakpastian dalam membedakan jenis infeksi ini sering kali memicu kecemasan di tengah masyarakat. Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
Super Flu bukanlah istilah medis resmi, melainkan label yang diberikan pada jenis Influenza A yang telah mengalami mutasi signifikan pada protein hemaglutininnya. Di Indonesia, lonjakan kasus pada awal 2026 menunjukkan bahwa virus ini mampu menembus perlindungan antibodi dari infeksi masa lalu dengan lebih mudah. Gejala yang menonjol adalah demam tinggi mendadak yang bisa berlangsung hingga lima hari, disertai nyeri sendi yang hebat.
Berbeda dengan varian-varian awal pandemi, varian Stratus yang mendominasi di tahun 2026 cenderung menyerang saluran pernapasan bagian atas namun dengan durasi inkubasi yang sangat singkat, yakni sekitar 24 hingga 48 jam setelah paparan. Gejala khasnya kini bergeser kembali ke gangguan indra penciuman (anosmia parsial) dan kelelahan ekstrem yang menetap bahkan setelah virus dinyatakan negatif.
| Gejala | Super Flu (H3N2) | Covid-19 (Stratus) | Influenza Biasa |
|---|---|---|---|
| Munculnya Gejala | Sangat Mendadak | Cepat (1-2 hari) | Bertahap |
| Demam | Tinggi (>39°C) | Sedang/Intermiten | Ringan/Sedang |
| Nyeri Sendi | Sangat Hebat | Ringan/Jarang | Ringan |
| Sesak Napas | Jarang | Sering (pada risiko tinggi) | Sangat Jarang |
Banyak yang bertanya, kapan gejala flu biasa berubah menjadi darurat? Anda harus segera mencari bantuan medis jika mengalami nyeri dada yang menetap, bibir atau wajah tampak kebiruan (sianosis), serta penurunan saturasi oksigen di bawah 94% meskipun Anda merasa baik-baik saja.
Kabar baik di tahun 2026 adalah ketersediaan Multiplex Testing di sebagian besar fasilitas kesehatan primer. Teknologi ini memungkinkan deteksi tiga virus sekaligus (Influenza A, Influenza B, dan SARS-CoV-2) hanya dengan satu sampel usap (swab). Hal ini sangat krusial karena pengobatan untuk influenza sangat berbeda dengan protokol pengobatan Covid-19.
Rata-rata biaya tes Multiplex Antigen di laboratorium swasta saat ini berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 450.000 (Mata Uang Rupiah), sementara di Puskesmas tertentu sudah mendapatkan subsidi pemerintah.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Influenza musiman atau flu musiman adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B.
Kenali perbedaan influenza dan HFMD, dua penyakit menular dengan gejala mirip. Pelajari penyebab, gejala, dan cara pencegahannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved