Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi baru.
Salah satu faktor penyakit menjadi pandemi adalah penularan harus cepat dan mudah seperti SARS-CoV-2 dan beberapa penyakit lain yang melalui saluran pernafasan.
"Sementara virus Nipah yang menular melalui kontak fisik bukanlah yang paling cepat dan bukan yang paling mudah," kata Dominicus dalam konferensi pers secara daring, Kamis (29/1).
Meski begitu pemerintah dan masyarakat juga tetap perlu waspada karena Nipah mungkin saja bisa menjadi wabah di tingkat lokal di satu kota kota, kabupaten, provinsi atau mungkin negara.
"Tetapi tapi saya tidak mengatakan nol ya, enggak juga kita tetap harus waspada," ucapnya.
Adapun cara penularan virus nipah seperti kontak langsung dengan hewan (termasuk melalui urin, air liur, darah, atau sekresi pernapasan) yang terinfeksi virus nipah.
Konsumsi daging mentah dari hewan yang terinfeksi atau produk makanan mentah yang telah terkontaminasi dengan cairan tubuh dari hewan terinfeksi seperti nira sawit atau buah yang terkontaminasi kelelawar buah yang terinfeksi.
"Kontak dengan orang yang terinfeksi atau cairannya seperti urin, atau darah. Penularan dari orang ke orang umumnya terjadi pada keluarga atau tenaga kesehatan yang merawat pasien terinfeksi," pungkasnya. (H-3)
KANTOR Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam menyatakan bahwa penanganan dan upaya antisipasi terhadap potensi masuknya virus Nipah dilakukan seperti saat pandemi Covid-19.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat agar mencegah terjadinya penularan virus Nipah. Salah satunya tidak konsumsi bekas gigitan kelelawar.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Epidemiolog Masdalina Pane menjelaskan belum ada sinyal bahwa virus HKU5-CoV-2 menyebabkan wabah atau pandemi baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved