Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ini Penjelasan BRIN soal Risiko Zoonosis dan Faktor Pendorong Virus Nipah di Indonesia

M Iqbal Al Machmudi
04/2/2026 18:34
Ini Penjelasan BRIN soal Risiko Zoonosis dan Faktor Pendorong Virus Nipah di Indonesia
Ilustrasi virus nipah.(Dok. Freepik)

KEPALA Organisasi Riset Kesehatan sekaligus Peneliti Ahli Utama Virologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorong, sehingga virus tersebut bisa tersebar.

"Tentunya kita tahu bahwa Indonesia mempunyai banyak sekali keanekaragaman kelelawar sebagai inang alami virus nipah, dan ini mempunyai potensi membawa virus nipah," kata Indi dalam diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (4/2).

Indi menegaskan faktor terbesar penularan NiV yakni dari kelelawar ke manusia, karena kedekatan habitat kelelawar dengan pemukiman manusia, kemudian adanya perburuan, perdagangan, hingga pasar hewan yang masih menjual kelelawar dengan sanitasi yang tidak higienis.

Selain itu, faktor lainnya yakni masih ada wilayah-wilayah mempunyai populasi babi yang besar yang dapat menjadi inang perantara virus nipah.

"Kemudian tentunya langkah mitigasinya adalah surveillance untuk penemuan kasus sedini mungkin untuk mendeteksi keberadaan virus nipah. Kemudian bagaimana kita menilai risikonya dan kesiapsiagaan menghadapi wabah," ungkapnya.

Indi juga mengungkapkan virus nipah pernah ditemukan di Indonesia pada tahun 2009. Seorang peneliti BRIN, Indrawati Sendow, menemukan virus itu sebanyak 19% serum positif antibodi terhadap virus nipah di kalong besar.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan melalui deteksi PCR dengan secara genetik sudah di konfirmasi genom virus nipah pertama di Indonesia tepatnya di Sumatra Utara. Virus serupa juga ditemukan pada kalong kecil yang dijual di pasar hewan di sekitar Jawa Tengah.

"Berdasarkan phylogenetic tree genetik virus nipah di Indonesia, mempunyai kedekatan dengan virus dari Tailan, Malaysia, dan Kamboja. Jadi sepertinya masih di virus Nipah M," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya