Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran Virus Nipah (NiV).
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menegaskan kewaspadaan harus dibangun sejak dini meskipun hingga kini belum ada kasus konfirmasi Virus Nipah di Indonesia.
“Sejak mendapat informasi tentang Virus Nipah, saya langsung meminta Kepala Dinas Kesehatan menyiapkan langkah pencegahan serta skenario penanganan jika virus tersebut masuk ke Indonesia,” ujar Sri Untari di Surabaya, Minggu (8/2).
Ia menilai pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting agar pemerintah tidak terlambat mengambil tindakan.
“Kita tidak boleh menunggu sampai ada kasus baru bertindak. Prinsip kehati-hatian wajib diterapkan sejak dini,” tegasnya.
Sri Untari juga mengingatkan Jawa Timur sebagai provinsi agraris memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi karena intensitas interaksi manusia dengan ternak serta satwa liar, termasuk kelelawar buah yang dikenal sebagai reservoir alami virus.
Menurutnya, mitigasi harus berbasis data ilmiah, dengan memperkuat surveilans zoonosis, pemantauan hewan pembawa, serta meningkatkan kesiapan laboratorium kesehatan daerah.
Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi ternak di Jawa Timur yang berpotensi mempercepat penyebaran penyakit bila tidak diantisipasi.
Komisi E DPRD Jatim, lanjut Sri Untari, siap mengawal kebijakan dan dukungan anggaran untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan standar prosedur operasional (SOP) penanganan penyakit zoonotik di seluruh fasilitas kesehatan, serta sosialisasi intensif kepada masyarakat agar tidak terjebak hoaks maupun kepanikan berlebihan. (Z-10)
Institut Nasional Kebersihan dan Epidemiologi (NIHE) Vietnam telah mengambil langkah proaktif untuk memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menjelang perayaan Imlek.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
DUNIA kembali dalam kewaspadaan tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah di Banglades pada awal Februari 2026.
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved