Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA kembali dalam kewaspadaan tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah di Banglades pada awal Februari 2026. Peristiwa kematian akibat nipah ini memicu gelombang pengetatan protokol kesehatan di berbagai bandara internasional di Asia, termasuk Indonesia, guna mencegah penyebaran virus zoonosis dengan tingkat kematian mencapai 75% tersebut.
Laporan terbaru dari otoritas kesehatan Banglades menyebutkan seorang wanita di distrik Naogaon meninggal dunia setelah menunjukkan gejala demam tinggi, disorientasi, hingga kejang. Hasil uji laboratorium mengonfirmasi pasien terinfeksi virus Nipah setelah mengonsumsi nira kurma mentah yang diduga terkontaminasi oleh kelelawar buah (Pteropodidae).
Menanggapi situasi di Banglades dan temuan kasus di West Bengal, India, sejumlah otoritas penerbangan di Asia mulai mengaktifkan kembali pemindai suhu tubuh (thermal scanner). Di Indonesia, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta telah meningkatkan pengawasan terhadap penumpang internasional, terutama yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah Asia Selatan.
"Banyak negara sudah melakukan kewaspadaan khusus. Thailand sudah melakukan skrining di bandara Suvarnabhumi dan juga Don Mueang. Di Indonesia, perlu pengamatan khusus setidaknya untuk WNA yang datang dari daerah terdampak," ujar Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof. Tjandra Yoga Aditama.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah. Langkah ini diambil sebagai proteksi dini mengingat mobilitas warga antarnegara Asia yang kembali meningkat pesat di tahun 2026.
Hingga saat ini, belum ada vaksin spesifik untuk virus Nipah. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan mandiri sebagai berikut:
Hingga berita ini diturunkan, WHO menyatakan risiko penyebaran virus nipah internasional masih dalam kategori rendah, namun merekomendasikan setiap negara untuk tetap menjaga sistem deteksi dini di pintu masuk utama negara. (H-3)
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
DPRD Jawa Timur mendesak Pemprov Jawa Timur memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran virus nipah
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
Balai Karantina Kesehatan Kelas II Pangkalpinang (BKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia seiring fenomena migrasi satwa liar.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved