Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Balai Karantina Kesehatan Kelas II Pangkalpinang (BKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia seiring fenomena migrasi satwa liar, khususnya kelelawar dan burung dari berbagai negara.
Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah, mengatakan penyakit Nipah perlu diwaspadai karena dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian tinggi. Menurutnya, pergerakan satwa lintas negara meningkatkan peluang masuknya patogen baru.
Ia menyoroti migrasi dari kawasan yang mengalami cuaca ekstrem. Negara seperti India dan wilayah lain yang terdampak badai dingin mendorong burung serta kelelawar berpindah ke daerah lebih hangat, termasuk Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa.
Agus mencontohkan temuan puluhan burung migran dari Rusia yang tiba di Jawa Timur sebagai indikasi pergeseran jalur migrasi akibat cuaca. Pola serupa, kata dia, tidak menutup kemungkinan terjadi pada kelelawar, yang dikenal sebagai reservoir alami sejumlah virus.
Indonesia memiliki keanekaragaman spesies kelelawar yang tinggi dan hutan tropis yang luas. Kondisi ini secara ekologis dapat menjadi tempat singgah dan berkembang biak satwa migran. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan melalui pemantauan satwa dan penguatan sistem karantina kesehatan.
BKK juga menyebutkan bahwa pada 2025 pernah ada temuan suspek virus Nipah di tiga provinsi, Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Namun, seluruhnya dinyatakan negatif.
Otoritas kesehatan mengimbau peningkatan kewaspadaan, terutama di pintu masuk negara dan wilayah dengan interaksi manusia–satwa yang tinggi. Edukasi publik, pelaporan dini jika ditemukan satwa sakit atau mati mendadak, serta koordinasi lintas instansi menjadi kunci pencegahan.
Meski belum ada kasus terkonfirmasi di Indonesia, BKK menekankan bahwa deteksi dini dan kesiapsiagaan penting untuk meminimalkan risiko penularan di masa mendatang. (E-3)
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kesiapsiagaan Indonesia menghadapi potensi ancaman virus Nipah.
Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
VIRUS Nipah kini semakin santer dibicarakan di masyarakat global, menyusul munculnya wabah di beberapa negara seperti India dan Banglades. Lalu bagaimana asal mula munculnya nama Nipah?
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Institut Nasional Kebersihan dan Epidemiologi (NIHE) Vietnam telah mengambil langkah proaktif untuk memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menjelang perayaan Imlek.
Institut Nasional Kebersihan dan Epidemiologi (NIHE) Vietnam telah mengambil langkah proaktif untuk memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian penyakit menjelang perayaan Imlek.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
DUNIA kembali dalam kewaspadaan tinggi setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kematian pertama akibat virus Nipah di Banglades pada awal Februari 2026.
DPRD Jawa Timur mendesak Pemprov Jawa Timur memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran virus nipah
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved