Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Migrasi Kelelawar dan Burung Berpotensi Bawa Virus Nipah ke Indonesia

Andhika Prasetyo
31/1/2026 11:22
Migrasi Kelelawar dan Burung Berpotensi Bawa Virus Nipah ke Indonesia
Ilustrasi(Antara)

Balai Karantina Kesehatan Kelas II Pangkalpinang (BKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia seiring fenomena migrasi satwa liar, khususnya kelelawar dan burung dari berbagai negara.

Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah, mengatakan penyakit Nipah perlu diwaspadai karena dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian tinggi. Menurutnya, pergerakan satwa lintas negara meningkatkan peluang masuknya patogen baru.

Ia menyoroti migrasi dari kawasan yang mengalami cuaca ekstrem. Negara seperti India dan wilayah lain yang terdampak badai dingin mendorong burung serta kelelawar berpindah ke daerah lebih hangat, termasuk Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa.

Agus mencontohkan temuan puluhan burung migran dari Rusia yang tiba di Jawa Timur sebagai indikasi pergeseran jalur migrasi akibat cuaca. Pola serupa, kata dia, tidak menutup kemungkinan terjadi pada kelelawar, yang dikenal sebagai reservoir alami sejumlah virus.

Indonesia Dinilai Rentan Secara Ekologis

Indonesia memiliki keanekaragaman spesies kelelawar yang tinggi dan hutan tropis yang luas. Kondisi ini secara ekologis dapat menjadi tempat singgah dan berkembang biak satwa migran. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan melalui pemantauan satwa dan penguatan sistem karantina kesehatan.

BKK juga menyebutkan bahwa pada 2025 pernah ada temuan suspek virus Nipah di tiga provinsi, Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara. Namun, seluruhnya dinyatakan negatif.

Otoritas kesehatan mengimbau peningkatan kewaspadaan, terutama di pintu masuk negara dan wilayah dengan interaksi manusia–satwa yang tinggi. Edukasi publik, pelaporan dini jika ditemukan satwa sakit atau mati mendadak, serta koordinasi lintas instansi menjadi kunci pencegahan.

Meski belum ada kasus terkonfirmasi di Indonesia, BKK menekankan bahwa deteksi dini dan kesiapsiagaan penting untuk meminimalkan risiko penularan di masa mendatang. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya