Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Infeksi Virus Nipah, Hati-Hati pada Makanan yang Dicurigai Terkontaminasi

Asha Bening Rembulan
22/2/2026 00:13
Infeksi Virus Nipah, Hati-Hati pada Makanan yang Dicurigai Terkontaminasi
Ilustrasi virus nipah.(Dok. Freepik)

INFEKSI virus Nipah (NiV) kembali menjadi perhatian dunia kesehatan global karena sifatnya yang zoonosis dan potensi fatalitasnya yang tinggi. Sebagai penyakit yang masuk dalam daftar prioritas World Health Organization (WHO), pemahaman mengenai cara penularan virus nipah dan gejala awal menjadi kunci utama dalam menekan risiko penyebaran.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi atau transmisi antarmanusia.

Sejarah mencatat virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia. Setahun kemudian, wabah menyebar ke Singapura melalui impor babi. Sejak saat itu, kasus sporadis dilaporkan di beberapa negara Asia seperti India, Bangladesh, hingga Filipina pada 2014.

Bagaimana Proses Penularan Virus Nipah?

Inang alami dari virus Nipah adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Virus ini dapat berpindah ke manusia melalui beberapa jalur utama:

  • Kontak dengan Hewan: Bersentuhan langsung dengan sekresi atau kotoran hewan yang terinfeksi (kelelawar, babi, atau kuda).
  • Konsumsi Makanan Terkontaminasi: Mengonsumsi buah-buahan atau getah pohon (seperti kurma) yang telah terkena air liur atau urine kelelawar buah yang terinfeksi.
  • Transmisi Antarmanusia: Melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi. Risiko ini meningkat di fasilitas kesehatan dengan sistem ventilasi buruk atau protokol pencegahan infeksi yang lemah.

Mengenali Gejala dan Masa Inkubasi

Gejala infeksi virus Nipah sangat bervariasi, mulai dari tanpa gejala (asimptomatik) hingga infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis fatal. Masa inkubasi biasanya berlangsung antara 3 hingga 14 hari.

Gejala awal yang sering muncul meliputi:

  • Demam tinggi dan sakit kepala hebat.
  • Nyeri otot (mialgia) dan muntah.
  • Sakit tenggorokan dan sulit bernapas.
  • Pusing, mengantuk, dan penurunan kesadaran.

Dalam kasus yang parah, penderita dapat mengalami pembengkakan otak (ensefalitis) yang memicu kejang atau koma dalam 24-48 jam. Meskipun sebagian pasien bisa pulih, sekitar 20% penyintas dilaporkan mengalami gangguan neurologis jangka panjang atau penyakit kronis.

Langkah Pencegahan Infeksi Virus Nipah

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau obat spesifik yang disetujui untuk mengobati infeksi virus Nipah. Oleh karena itu, langkah preventif adalah perlindungan terbaik.

Pencegahan Penularan Virus Nipah

  • Cuci Bersih Bahan Makanan: Selalu cuci buah-buahan dan sari pohon kurma sebelum dikonsumsi.
  • Hindari Buah Rusak: Jangan mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar.
  • Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat menangani hewan ternak yang sakit.
  • Sanitasi Peternakan: Bersihkan dan disinfeksi area peternakan secara rutin.
  • Hindari Kontak Fisik: Batasi kontak langsung dengan orang yang menunjukkan gejala infeksi dan selalu cuci tangan setelah mengunjungi orang sakit.

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya