Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Penularan Virus Nipah Lewat Apa Saja : Jalur, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Media Indonesia
06/2/2026 15:05
Penularan Virus Nipah Lewat Apa Saja : Jalur, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Ilustrasi.(AFP)

VIRUS Nipah menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang paling serius karena tingkat fatalitasnya yang tinggi, yakni berkisar antara 40% hingga 75%. Memahami bagaimana penularan virus berpindah dari satu inang ke inang lainnya adalah kunci utama dalam memutus rantai persebaran dan melindungi komunitas.

Apa Itu Virus Nipah dan Mengapa Berbahaya?

Virus Nipah termasuk dalam famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998-1999 saat terjadi wabah besar di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Sejak saat itu, pola penularan virus Nipah telah berevolusi, dengan laporan kasus yang kini lebih sering dikaitkan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi dan kontak antarmanusia.

Bahaya utama dari penularan virus Nipah ini terletak pada kemampuannya menyebabkan peradangan otak akut (ensefalitis) dan gangguan pernapasan berat yang sulit diobati karena hingga saat ini belum tersedia vaksin atau obat antivirus spesifik yang disetujui secara global.

Penularan Virus Nipah Lewat Apa Saja?

Berdasarkan data medis terbaru tahun 2026, penularan virus Nipah dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jalur utama yang saling berkaitan:

1. Penularan virus Nipah dari Hewan ke Manusia (Zoonosis Langsung)

Kelelawar buah dari genus Pteropus, yang dikenal sebagai kalong atau rubah terbang, merupakan inang alami (reservoir) dari virus Nipah. Kelelawar ini membawa virus dalam tubuh mereka tanpa menunjukkan gejala sakit. Penularan virus Nipah ke manusia terjadi melalui:

  • Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, urin, darah, atau kotoran.
  • Interaksi dengan hewan perantara, terutama babi, yang tertular virus setelah bersentuhan dengan ekskresi kelelawar di area peternakan.

2. Penularan virus Nipah Melalui Makanan yang Terkontaminasi

Ini adalah jalur penularan yang paling sering memicu wabah di wilayah Asia Selatan. Virus dapat berpindah ke manusia melalui:

  • Konsumsi buah-buahan yang telah digigit atau dijilat oleh kelelawar buah yang terinfeksi.
  • Konsumsi nira (air sadapan pohon aren atau kurma) mentah. Kelelawar sering kali meminum nira langsung dari wadah penampungan di pohon dan mengontaminasinya dengan urin atau air liur yang mengandung virus.

3. Penularan virus Nipah dari Manusia ke Manusia

Transmisi penularan virus Nipah antarmanusia biasanya terjadi dalam lingkungan yang sangat terbatas, seperti:

  • Kontak erat dengan penderita di dalam satu rumah tangga atau klaster keluarga.
  • Penularan di fasilitas kesehatan (nosokomial) melalui paparan cairan tubuh pasien tanpa penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Penting: Gejala Infeksi Virus Nipah

Masa inkubasi berlangsung 4-14 hari. Waspadai gejala berikut:

  • Demam tinggi dan sakit kepala hebat.
  • Nyeri otot dan lemas.
  • Sesak napas atau batuk.
  • Disorientasi, kejang, hingga penurunan kesadaran.

Langkah Pencegahan Efektif di Tahun 2026

Mengingat belum adanya pengobatan definitif, pencegahan penting menghadapi risiko penularan virus Nipah. Berikut adalah panduan praktis untuk melindungi diri:

Kategori Tindakan Pencegahan
Kebersihan Pangan Cuci buah dengan air mengalir, kupas kulitnya, dan hindari nira mentah.
Kontak Hewan Hindari area habitat kelelawar dan kontak dengan ternak yang sakit.
Higienitas Personal Rutin mencuci tangan dengan sabun dan gunakan masker di tempat berisiko.

 

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya