Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai masuknya virus Nipah ke Indonesia.
Diberitakan sebelumnya bahwa virus Nipah sudah ditemukan di India yang diduga sudah terjadi penularan antarmanusia, yang perlu menjadi perhatian penting dalam pengendalian penyakit menular dunia.
"Banyak negara sudah melakukan kewaspadaan khusus. Tailan sudah melakukan skrining di bandara Suvarnabhumi dan juga Don Mueang, khususnya untuk pendatang dari negara bagian West Bengal India dan memberlakukan kartu kewaspadaan kesehatan Health Beware Card," kata Tjandra, Selasa (27/1).
Hal yang sama juga dilakukan Nepal dengan melakukan skrining di bandara internasionalnya, Tribhuvan International Airport. Sementara Taiwan pada 16 Januari 2026 memasukkan penyakit akibat virus Nipah dalam kategori 5, artinya penyakit jarang yang kini muncul, dapat punya risiko kesehatan masyarakat yang besar dan memerlukan deteksi dan pelaporan segera serta kegiatan penanganan yang khusus, dan memberlakukan peringatan level 2 bagi warganya yang punya rencana bepergian ke daerah Kerala.
"Cukup banyak kunjungan warga India ke Indonesia maka perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk WNA yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," ujar Tjandra.
Di Indonesia baiknya juga waspada dan mengikuti secara ketat perkembangan penularan yang ada, baik di India maupun di berbagai negara tetangga. Koordinasi dengan WHO Asia Tenggara (SEARO) dan juga Pasifik Barat (WPRO) tentu perlu ditingkatkan, juga pengaktifan kegiatan ACPHEED (ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases).
Prof Tjandra menjelaskan bahwa virus Nipah memang sangat patogenik dan meruapkan viurs RNA darifamily Paramyxoviridae. Bersifat zoonotik, menular awalnya dari binatang seperti kerleawar, babi dan lainnya kemudian menular ke manusia, walaupun akhirnya dapat menular antar manusia seperti di India sekarang ini.
Selain melalui makanan yang terkontaminasi. Sejauh ini di dunia sudah ada sekitar 750 kasus sejak 1998-1999 yang bermnula dari Malaysia, dan hingga kini letusan kasus sudah pernah dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipna dan Singapura.
Gejala dari virus Nipah sering bermula dari keluhan seperti flu dengan demam, sakit kepala, nyeri otot dan lemah. Dua masalah utama yang terjadi kemudian adalah gangguan paru dan juga gangguan di otak.
"Untuk di paru maka dapat bermula dari keluhan batuk, sesak napas, lalu terjadi pneumonia yang kalau tidak tertangtani dapat timbul gagal napas," ungkap Tjandra.
Untuk gangguan otak dapat berupa ensefalitis, yang pada sebagian kasus terjadi meningitis. Adapun masa inkubasi virus Nipah sekitar 4 sampai 21 hari. Pada ensefalitis maka pasien dapat menunjukkan berbagai gejala neurologis seperti kebingungan, gangguan kesadaran, kejang dan bahkan koma, yang kalau sudah berat maka angka kematiannya dapat sampai 40% - 75%.
Diketahui kasus penyakit akibat virus Nipah sedang terjadi di India. Kasus bermula dari dua orang perawat di kota Barasat, India. Satu perawat yang pria sudah membaik, tetapi satu lagi yang wanita masih dalam kondisi kritis di ICCU.
"Dari dua orang kasus awal itu maka penyakit lalu menyebar ke sedikitnya tiga orang lagi, jadi jelas sudah terjadi penularan antar manusia. Sekarang ada sekitar 100 orang kontak erat dari kasus-kasus itu yang kini dalam karantina dan pengawasan ketat," pungkasnya. (H-2)
Panduan lengkap cara penularan Virus Nipah (NiV) tahun 2026. Ketahui risiko dari kelelawar buah, babi, makanan terkontaminasi, hingga penularan antarmanusia.
Analisis mendalam mengenai Virus Nipah (NiV) di tahun 2026. Kenali gejala klinis, risiko penularan dari kelelawar, tingkat kematian, dan perkembangan terbaru vaksin.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau kepada masyarakat agar mencegah terjadinya penularan virus Nipah. Salah satunya tidak konsumsi bekas gigitan kelelawar.
Pelajari fakta lengkap Virus Nipah (NiV), gejala awal, risiko penularan dari kelelawar dan antarmanusia, serta langkah pencegahan vital di tengah kewaspadaan global 2026.
Kementerian Kesehatan memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan menyusul laporan wabah Virus Nipah di kawasan Asia. Simak gejalanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved