Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA awal tahun 2026, dunia kembali diingatkan akan bahaya Virus Nipah (NiV) menyusul laporan wabah di Benggala Barat, India, yang menyebabkan karantina ratusan orang dan infeksi pada tenaga medis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama menempatkan Virus Nipah dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi karena tingkat kematiannya (Case Fatality Rate) yang tinggi, yakni berkisar antara 40% hingga 75%.
Sebagai penyakit zoonosis, virus ini tidak hanya menyerang hewan tetapi juga memiliki kemampuan melompat ke manusia dengan dampak yang fatal. Artikel ini menguraikan secara komprehensif apa itu Virus Nipah, gejala yang harus diwaspadai, serta langkah pencegahan yang relevan bagi masyarakat Indonesia.
Meskipun belum ada laporan kasus konfirmasi di Indonesia hingga pertengahan 2026, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kedekatan geografis dengan negara terdampak dan mobilitas perjalanan internasional. Thailand dan Taiwan telah memperketat skrining di bandara sebagai respons terhadap lonjakan kasus regional.
Virus Nipah adalah virus RNA dari famili Paramyxoviridae, genus Henipavirus. Inang alami (reservoir) virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae, atau yang di Indonesia dikenal sebagai kalong. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada wabah di Kampung Sungai Nipah, Malaysia, pada tahun 1998.
Berbeda dengan virus pernapasan biasa, Nipah menyerang sistem pernapasan dan sistem saraf pusat (otak), menyebabkan komplikasi berat dalam waktu singkat.
Masa inkubasi (rentang waktu dari infeksi hingga muncul gejala) Virus Nipah bervariasi antara 4 hingga 14 hari, namun ada laporan kasus dengan masa inkubasi hingga 45 hari. Berikut adalah tahapan gejalanya:
Jika tidak ditangani, virus dapat menyebar ke otak dan menyebabkan ensefalitis (radang otak) fatal. Tanda-tandanya meliputi:
Memahami rantai penularan adalah kunci pencegahan. Virus Nipah menyebar melalui tiga jalur utama:
| Jalur Penularan | Mekanisme |
|---|---|
| Hewan ke Manusia | Kontak langsung dengan cairan tubuh (urine, air liur, darah) hewan terinfeksi, seperti babi atau kelelawar. |
| Makanan Terkontaminasi | Mengonsumsi buah atau produk olahan buah (seperti air nira/kurma) yang telah tercemar air liur atau urine kelelawar buah. |
| Manusia ke Manusia | Kontak erat dengan pasien terinfeksi, terutama melalui droplet pernapasan atau cairan tubuh. Risiko tinggi bagi keluarga dan tenaga medis tanpa APD. |
Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin berlisensi yang tersedia secara komersial untuk Virus Nipah. Pengobatan yang diberikan di rumah sakit bersifat suportif, artinya fokus pada meredakan gejala (seperti menurunkan demam, mengatasi kejang, dan menjaga fungsi pernapasan) agar sistem imun tubuh bisa melawan virus.
Namun, harapan mulai terlihat. Kandidat vaksin ChAdOx1 NipahB telah mendapatkan status prioritas (PRIME designation) dari European Medicines Agency (EMA) sejak 2025 dan sedang dalam tahap uji klinis lanjutan. Meski demikian, pencegahan tetap menjadi pertahanan terbaik saat ini.
Untuk meminimalkan risiko infeksi, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah berikut:
Secara umum, Virus Nipah menular melalui kontak langsung (droplet/cairan tubuh). Namun, tindakan medis tertentu yang menghasilkan aerosol (seperti intubasi) pada pasien terinfeksi dapat meningkatkan risiko penularan udara jarak dekat.
Ya, Virus Nipah memiliki fenomena unik yang disebut relapsing encephalitis. Virus dapat "tidur" (dormant) dalam tubuh penyintas dan aktif kembali menyebabkan radang otak berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.
Bagi masyarakat umum, masker bedah cukup untuk mencegah droplet. Namun, bagi tenaga medis yang merawat pasien positif Nipah, wajib menggunakan masker N95 atau respirator level tinggi beserta pakaian pelindung lengkap.
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
Virus Nipah dapat ditularkan melalui hewan, salah satunya kelelawar, yang kerap mengonsumsi buah-buahan di alam terbuka.
Di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dilakukan pemasangan thermal scanner di area kedatangan.
Panduan lengkap jalur penularan virus Nipah dari hewan, makanan, hingga antarmanusia. Dilengkapi gejala terbaru dan langkah pencegahan medis 2026
. Penularan virus Nipah dari kelelawar ini kemudian menular ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui makanan terkontaminasi.
BADAN Karantina Indonesia memperketat lalu lintas hewan lintas negara dan lintas daerah mencegah masuknya virus nipah, mengingat tingginya mobilitas manusia, perdagangan hewan
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved