Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kemenlu Pantau Virus Nipah di India, Pastikan tak Ada WNI Tertular

Andhika Prasetyo
29/1/2026 07:35
Kemenlu Pantau Virus Nipah di India, Pastikan tak Ada WNI Tertular
Ilustrasi(Antara)

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di negara bagian Benggala Barat, India timur. Pemerintah Indonesia memastikan hingga saat ini tidak terdapat laporan warga negara Indonesia (WNI) yang tertular virus mematikan tersebut.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata, Benggala Barat. Dari hasil koordinasi tersebut, diperoleh informasi bahwa situasi di lapangan masih terkendali dan otoritas kesehatan setempat tengah melakukan upaya isolasi untuk mencegah meluasnya penyebaran virus.

"Hingga kini KBRI belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak virus Nipah. Perwakilan Indonesia di India terus menjaga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan kasus secara berkelanjutan," ujar Yvonne.

Kemenlu juga memastikan bahwa KBRI New Delhi telah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di India agar meningkatkan kewaspadaan, menerapkan langkah-langkah pencegahan, serta mematuhi kebijakan dan arahan pemerintah setempat, terutama di tengah situasi penyebaran penyakit menular. Selain itu, KBRI New Delhi secara aktif menjalin komunikasi dengan simpul-simpul komunitas WNI guna memastikan pemantauan berjalan optimal apabila ada WNI yang membutuhkan bantuan. Saat ini tercatat sebanyak 38 WNI bermukim di Benggala Barat, wilayah yang dilaporkan menjadi lokasi munculnya kasus virus Nipah.

Di sisi lain, otoritas kesehatan India telah mengaktifkan berbagai langkah pemantauan, pengendalian, dan respons cepat untuk menekan risiko penularan lebih lanjut. Sebelumnya, otoritas setempat melaporkan dugaan lima kasus infeksi virus Nipah di Benggala Barat. Namun, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India kemudian mengklarifikasi bahwa hanya dua kasus yang telah terkonfirmasi secara resmi.

India sendiri memiliki catatan wabah virus Nipah sebelumnya, yakni di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di negara bagian Kerala pada 2018 dan 2019. Virus Nipah diketahui dapat menyerang paru-paru dan otak, dengan gejala antara lain demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, hingga koma. Tingkat kematian akibat virus ini dilaporkan melebihi 40 persen dari total kasus terinfeksi.

Sebagai langkah antisipasi regional, otoritas bandar udara di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand, telah meningkatkan skrining kesehatan bagi penumpang internasional guna mencegah potensi penyebaran virus Nipah lintas negara. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya