Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Deteksi Dini Zoonosis pada Kelelawar jadi Kunci Keamanan Kesehatan Nasional

Putri Rosmalia Octaviyani
24/2/2026 23:34
Deteksi Dini Zoonosis pada Kelelawar jadi Kunci Keamanan Kesehatan Nasional
Kelelawar, salah satu satwa liar sumber munculnya berbagai penyakit zoonosis.(Dok. Freepik)

PARA pakar kesehatan dan peneliti mikrobiologi mendesak pemerintah untuk memperkuat studi lanjutan terhadap populasi kelelawar di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini dinilai sebagai kunci utama dalam mendeteksi dini potensi penyakit zoonosis—penyakit yang menular dari hewan ke manusia—sebelum berkembang menjadi ancaman pandemi global.

Urgensi ini mencuat seiring dengan meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat kerusakan habitat dan aktivitas ekonomi. Kelelawar, sebagai salah satu reservoir virus terbesar di alam, menjadi fokus utama penelitian karena karakteristik biologisnya yang unik.

Risiko Penularan Melalui Mekanisme Spillover

Pakar menekankan bahwa ancaman nyata bukan terletak pada keberadaan kelelawar itu sendiri, melainkan pada mekanisme spillover atau loncatan virus. Terdapat beberapa faktor yang mempercepat risiko ini di Indonesia:

  • Fragmentasi Habitat: Berkurangnya ruang hidup alami memaksa kelelawar mendekat ke pemukiman manusia.
  • Konsumsi Satwa Liar: Praktik konsumsi daging kelelawar di sejumlah daerah meningkatkan risiko paparan cairan tubuh satwa yang mengandung patogen.
  • Perubahan Iklim: Ketidakseimbangan ekosistem memengaruhi pola migrasi dan kesehatan koloni kelelawar, yang berdampak pada dinamika virus.

Kelelawar memiliki sistem imun yang sangat adaptif. Mereka bisa membawa patogen berbahaya bagi manusia tanpa menunjukkan gejala sakit. Inilah yang membuat surveilans genomik secara rutin menjadi sangat penting.

Peta Jalan Pencegahan Pandemi Masa Depan

Untuk meminimalkan risiko, para ahli mengusulkan peta jalan pencegahan yang melibatkan lintas sektor (One Health). Berikut adalah langkah-langkah prioritas yang direkomendasikan:

Langkah Strategis Tujuan Utama
Surveilans Aktif Memetakan jenis virus pada koloni kelelawar di lokasi risiko tinggi.
Penguatan Lab BSL-3/4 Menjamin keamanan peneliti saat mengisolasi virus patogen baru.
Edukasi Masyarakat Mengurangi kontak langsung dengan kelelawar dan menjaga jarak aman dari habitatnya.

Hingga saat ini, pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kapasitas deteksi patogen di pintu-pintu masuk negara. Namun, studi di hulu—yakni langsung pada satwa liar—dianggap akan memberikan perlindungan yang jauh lebih efektif dan bersifat preventif terhadap risiko penyakit zoonosis. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya