Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pakar kesehatan dan peneliti mikrobiologi mendesak pemerintah untuk memperkuat studi lanjutan terhadap populasi kelelawar di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini dinilai sebagai kunci utama dalam mendeteksi dini potensi penyakit zoonosis—penyakit yang menular dari hewan ke manusia—sebelum berkembang menjadi ancaman pandemi global.
Urgensi ini mencuat seiring dengan meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar akibat kerusakan habitat dan aktivitas ekonomi. Kelelawar, sebagai salah satu reservoir virus terbesar di alam, menjadi fokus utama penelitian karena karakteristik biologisnya yang unik.
Pakar menekankan bahwa ancaman nyata bukan terletak pada keberadaan kelelawar itu sendiri, melainkan pada mekanisme spillover atau loncatan virus. Terdapat beberapa faktor yang mempercepat risiko ini di Indonesia:
Kelelawar memiliki sistem imun yang sangat adaptif. Mereka bisa membawa patogen berbahaya bagi manusia tanpa menunjukkan gejala sakit. Inilah yang membuat surveilans genomik secara rutin menjadi sangat penting.
Untuk meminimalkan risiko, para ahli mengusulkan peta jalan pencegahan yang melibatkan lintas sektor (One Health). Berikut adalah langkah-langkah prioritas yang direkomendasikan:
| Langkah Strategis | Tujuan Utama |
|---|---|
| Surveilans Aktif | Memetakan jenis virus pada koloni kelelawar di lokasi risiko tinggi. |
| Penguatan Lab BSL-3/4 | Menjamin keamanan peneliti saat mengisolasi virus patogen baru. |
| Edukasi Masyarakat | Mengurangi kontak langsung dengan kelelawar dan menjaga jarak aman dari habitatnya. |
Hingga saat ini, pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kapasitas deteksi patogen di pintu-pintu masuk negara. Namun, studi di hulu—yakni langsung pada satwa liar—dianggap akan memberikan perlindungan yang jauh lebih efektif dan bersifat preventif terhadap risiko penyakit zoonosis. (H-3)
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Kasus kematian akibat nipah ini menjadi alarm keras bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengenai risiko penularan virus zoonosis tersebut.
PENELITI BRIN NiLuh Putu Indi Dharmayanti, mengatakan penyakit zoonosis virus nipah (NiV) bisa saja terjadi di Indonesia karena ada banyak faktor pendorongnya.
Peneliti temukan Pteropine orthoreovirus (PRV) pada pasien di Bangladesh. Menyerupai gejala virus Nipah, virus ini menular melalui air nira mentah.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Panduan lengkap jalur penularan virus Nipah dari hewan, makanan, hingga antarmanusia. Dilengkapi gejala terbaru dan langkah pencegahan medis 2026
. Penularan virus Nipah dari kelelawar ini kemudian menular ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui makanan terkontaminasi.
Kelelawar buah dari famili Pteropodidae memegang peranan utama dalam sirkulasi virus Nipah di alam liar.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved