Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA dokter di Bangladesh baru-baru ini menghadapi situasi medis yang membingungkan. Sejumlah pasien datang dengan gejala yang sangat mirip dengan virus Nipah. Penyakit mematikan yang dibawa oleh kelelawar. Namun, hasil tes laboratorium memberikan kejutan, bukan Nipah yang menyerang mereka, melainkan virus lain yang selama ini tersembunyi.
Melalui analisis genetik tingkat lanjut, peneliti berhasil mengidentifikasi Pteropine orthoreovirus (PRV) dalam sampel usap tenggorokan lima pasien. Temuan ini menambah daftar panjang ancaman kesehatan masyarakat dari penyakit yang melompat dari hewan ke manusia (zoonosis).
Kelima pasien tersebut diketahui mengonsumsi air nira kurma mentah sesaat sebelum jatuh sakit. Di Bangladesh, nira kurma merupakan konsumsi budaya yang populer saat musim dingin. Sayangnya, pot penampung nira di pohon sering dikunjungi kelelawar buah yang meninggalkan air liur atau kotoran, menciptakan jalur langsung bagi virus untuk masuk ke rantai makanan manusia.
Dr. Nischay Mishra, profesor epidemiologi dari Columbia University, memperingatkan bahwa risiko kesehatan dari nira mentah ternyata lebih luas dari yang diperkirakan.
"Temuan kami menunjukkan bahwa risiko penyakit yang terkait dengan konsumsi nira kurma mentah meluas melampaui virus Nipah. Hal ini juga menegaskan pentingnya program pengawasan spektrum luas untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko kesehatan masyarakat dari virus baru yang dibawa kelelawar."
Meskipun infeksi PRV di negara lain seperti Malaysia dan Indonesia biasanya hanya menyebabkan masalah pernapasan ringan, kasus di Bangladesh menunjukkan dampak yang jauh lebih fatal. Empat pasien didiagnosis menderita ensefalitis atau peradangan otak, sementara seorang anak mengalami kejang akibat demam.
Gejala yang dilaporkan meliputi kebingungan, kesulitan bernapas, pola jalan tidak normal, hingga penurunan kesadaran. Dalam pemantauan jangka panjang, beberapa pasien mengalami kelemahan yang menetap, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah kondisi sarafnya memburuk.
Direktur Institute of Epidemiology, Disease Control, and Research (IEDCR) Bangladesh, Dr. Tahmina Shirin, memberikan penekanan khusus pada temuan ini:
"Adanya tambahan baru pelimpahan zoonosis yang menyebabkan komplikasi pernapasan dan neurologis setelah konsumsi nira kurma mentah, muncul berdampingan dengan infeksi virus Nipah."
Penemuan virus PRV ini dimungkinkan berkat teknologi viral capture sequencing dari Columbia University, yang mampu memindai ribuan jenis virus sekaligus. Analisis genetik menunjukkan kemiripan yang kuat antara virus pada pasien dan galur yang ditemukan pada kelelawar buah di sepanjang Cekungan Sungai Padma.
Penelitian ini menjadi pengingat penting bahwa gejala medis yang terlihat familier bisa jadi menyembunyikan ancaman baru yang belum terpetakan. Program pengawasan kesehatan yang hanya berfokus pada satu jenis virus berisiko melewatkan ancaman lain yang sama berbahayanya. Kesadaran masyarakat akan keamanan pangan, khususnya menghindari konsumsi nira mentah, menjadi kunci utama untuk mencegah wabah di masa depan. (Earth/Z-2)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI, kata dia, terus meningkatkan kewaspadaan
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
Virus Nipah adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dari famili Paramyxoviridae.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved