Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Orangtua Diingatkan Agar Larang Anak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Basuki Eka Purnama
03/2/2026 10:34
Orangtua Diingatkan Agar Larang Anak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar
Ilustrasi(Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan keras bagi para orangtua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Nipah

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, mengimbau agar anak-anak diingatkan untuk tidak memungut dan mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar.

Hal ini menjadi perhatian serius mengingat adanya kebiasaan anak-anak yang sering mengambil buah jatuh di bawah pohon demi menghindari kesulitan memanjat. Padahal, buah tersebut berisiko tinggi telah terkontaminasi oleh liur hewan pembawa virus.

“Banyak juga kebiasaan kita, anak-anak memungut buah-buah yang bekas dimakan kelelawar, karena malas manjat, buah yang bekas kelelawar kadang-kadang juga dimakan, kalau kelelawarnya mengandung virus nipah, maka ini bisa menularkan ke anak-anak kita,” ujar Piprim, dikutip Selasa (3/2).

Risiko Fatalitas yang Tinggi

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni virus yang ditularkan dari hewan ke manusia. 

Selain kelelawar, virus ini juga dapat ditemukan pada babi atau hewan ternak lainnya. 

Ancaman utama dari virus ini terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%. Secara statistik, ini berarti 3 dari 4 orang yang terinfeksi berisiko kehilangan nyawa.

Hingga saat ini, tantangan medis terbesar adalah belum tersedianya vaksinasi maupun pengobatan spesifik untuk menangani Virus Nipah. 

Gejala awalnya pun sering kali mengecoh karena mirip dengan infeksi virus pada umumnya, seperti demam dan nyeri tubuh. Namun, jika tidak segera ditangani secara cepat, kondisi pasien bisa memburuk secara drastis.

“Jadi ini memang salah satu penyakit yang cukup serius, dan belum ada obat maupun vaksinnya. Oleh karena itu, PHBS menjadi salah satu kunci utama, perilaku hidup bersih dan sehat,” tegas Piprim.

Langkah Pencegahan dan Kolaborasi

Tanpa penanganan medis yang tepat dan cepat, Virus Nipah berpotensi menyebabkan radang otak serta menyerang sistem pertahanan tubuh lainnya. 

Oleh karena itu, IDAI menekankan pentingnya penerapan kembali Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga sebagai benteng pertahanan utama.

Selain faktor kebersihan, kolaborasi antara orang tua, dokter, dan masyarakat umum sangat diperlukan dalam hal pengawasan lingkungan. Piprim meminta masyarakat untuk segera melapor jika ditemukan adanya kematian mendadak pada hewan liar atau hewan ternak di sekitar tempat tinggal.

Meskipun ancaman ini nyata, Piprim mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan. 

Kewaspadaan harus diiringi dengan pengetahuan yang tepat untuk mengenali gejala sejak dini dan segera membawa anggota keluarga ke rumah sakit jika ditemukan tanda-tanda infeksi yang mencurigakan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya