Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

PHBS dan Vaksinasi, Kunci Utama Putus Rantai Penularan Influenza di Indonesia

Basuki Eka Purnama
04/1/2026 08:50
PHBS dan Vaksinasi, Kunci Utama Putus Rantai Penularan Influenza di Indonesia
Ilustrasi(ANTARA/Jessica Wuysang)

PERILAKU Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran virus influenza. Hal ini menjadi krusial mengingat Indonesia merupakan negara tropis yang menghadapi ancaman musim flu sepanjang tahun, bukan hanya pada periode tertentu saja.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), menegaskan bahwa langkah pencegahan mandiri adalah cara yang paling efektif.

“Yang paling baik, PHBS. Menggunakan masker, mencuci tangan, tidak berdekatan atau social distancing dengan mereka yang sakit, dan tentu kita perlu melakukan pencegahan dengan imunisasi,” ujar Nastiti dalam sebuah diskusi daring, dikutip Minggu (4/1).

Mekanisme Penularan yang Cepat

Influenza dikenal sebagai infeksi yang sangat mudah menular. Virus ini menyebar melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin. 

Selain transmisi langsung, virus dapat menempel pada permukaan benda seperti meja atau alat makan, yang kemudian berpindah ke orang lain melalui sentuhan tangan atau tisu.

Untuk meminimalisir risiko ini, masyarakat diimbau untuk kembali menerapkan etika batuk yang benar, serupa dengan protokol kesehatan saat pandemi covid-19. 

WHO merekomendasikan penutupan hidung dan mulut menggunakan lengan atau tisu yang segera dibuang ke tempat sampah.

Selain itu, masyarakat diminta untuk rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. 

Jika sudah terinfeksi, langkah penanganan awal yang disarankan adalah memperbanyak istirahat, menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air, serta segera menghubungi layanan kesehatan apabila muncul gejala berat.

Vaksinasi sebagai Perlindungan Signifikan

Meski sering dianggap penyakit ringan, influenza merupakan penyebab kematian yang signifikan di negara-negara maju, terutama bagi kelompok berisiko seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

Nastiti menjelaskan bahwa vaksinasi adalah tindakan medis yang secara signifikan mampu menurunkan angka kematian. Namun, karena virus influenza sangat cepat bermutasi, vaksinasi tidak cukup dilakukan sekali seumur hidup.

“Itu sebabnya setiap tahun vaksin influenza perlu diberikan dengan pembaruan sesuai dengan prediksi virus yang akan beredar tahun depannya,” jelas Nastiti. 

Hal ini karena setiap tahun badan influenza dunia mengeluarkan prediksi mengenai strain virus yang akan dominan beredar.

Terkait perlindungan pada anak, IDAI merekomendasikan pemberian vaksin influenza dimulai sejak usia enam bulan. 

Untuk dosis pertama, vaksin diberikan sebanyak dua kali, kemudian dilanjutkan dengan pengulangan satu kali setiap tahunnya. Pola ini diharapkan dapat memberikan perlindungan optimal bagi anak, setidaknya hingga mereka menginjak usia lima tahun. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya