Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MOMEN libur akhir tahun sering kali menjadi waktu yang dinantikan keluarga untuk bepergian. Namun, kerumunan di tempat wisata dan perubahan cuaca membawa risiko kesehatan tersendiri, khususnya bagi anak-anak.
Dokter Spesialis Anak subspesialisasi Respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), mengingatkan para orangtua untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Menurut Nastiti, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang paling sering muncul saat liburan. Gejalanya meliputi batuk dan pilek yang terkadang disertai demam. Penularan ini biasanya dipicu oleh interaksi di tempat keramaian di mana virus atau bakteri mudah berpindah dari orang yang sakit ke orang sehat.
Sebagai langkah preventif, Nastiti menekankan pentingnya perlindungan melalui vaksinasi.
“Kalau bisa lengkapi semua imunisasi yang terkait dengan penyakit-penyakit respiratori, paling sering mungkin influenza. Kalau yang lain yang sudah dilengkapi pada saat bayi itu sudah banyak melindungi dari penyakit-penyakit yang terkait dengan infeksi saluran pernafasan akut,” ujarnya, dikutip Senin (29/12).
Selain ISPA, gangguan pencernaan seperti diare, muntah, dan sakit perut juga mengintai. Hal ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak higienis atau makanan yang terlalu merangsang pencernaan, seperti makanan yang terlalu pedas dan asam.
Orangtua juga diminta memperhatikan faktor cuaca dan kondisi endemis suatu daerah. Tempat dingin berisiko memicu flu, sementara cuaca panas dapat menyebabkan heatstroke dan sunburn.
“Nah, kalau yang penyakit-penyakit lain, itu kita harus tahu kalau di daerah yang sedang ada kenaikan kasus, misalnya kasus campaknya meningkat, atau kasus DBD meningkat, ya bisa saja pada saat liburan tertular,” kata Nastiti.
Untuk meminimalisir risiko penularan penyakit di tempat umum, Nastiti menyarankan orang tua untuk selalu menyiapkan masker yang ukurannya sesuai dengan usia anak. Selain itu, penting untuk menghindari paparan asap rokok dan memilih destinasi yang memiliki ventilasi atau sirkulasi udara yang baik.
Dalam hal persiapan logistik, orangtua wajib membawa obat-obatan darurat, terutama penurun demam seperti paracetamol. Terakhir, Nastiti mengingatkan agar orang tua tidak memaksakan agenda liburan yang terlalu padat.
“Jangan membuat jadwal tempat yang harus dikunjungi terlalu padat karena anak membutuhkan istirahat dan makan,” tuturnya.
Dengan manajemen aktivitas yang baik dan perlindungan imunisasi, risiko anak jatuh sakit atau mengalami cedera fisik akibat kelelahan dapat ditekan secara maksimal. (Ant/Z-1)
Meta Description: Rayakan Nataru 2025! Dapatkan promo spesial BRI di Tiket.com, Garuda, hingga Qatar Airways, untuk liburan impian Anda.
LAMPUNG Selatan terus menunjukkan tren positif sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Sumatra, jumlah kunjungan wisatawan mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun.
Lihat saja tren permintaan layanan Bluebird Group di periode akhir tahun ditunjukkan dari riwayat tahun sebelumnya yang meningkat di kisaran 15%-25% tergantung jenis layanan.
Tak mudik saat libur Natal dan Tahun Baru? Jakarta punya banyak pilihan wisata murah bahkan gratis. Simak 7 destinasi seru untuk mengisi liburan Nataru tanpa bikin kantong bolong.
Le Eminence Hotel Convention & Resort Ciloto mengundang masyarakat untuk menikmati liburan akhir tahun yang melampaui ekspektasi.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved