Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan para orangtua untuk melindungi anak dengan vaksinasi sebelum melakukan perjalanan liburan akhir tahun.
"Vaksinasi penting sebagai pencegahan utama, bukan pengobatan," kata Anggota Satuan Tugas Imunisasi IDAI Dr. dr. Martira Maddeppungeng, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), dikutip Kamis (27/11).
Dia menyampaikan bahwa negara maupun wilayah tujuan pakansi bisa memiliki pola penyebaran penyakit yang berbeda, karenanya lebih baik meningkatkan perlindungan terhadap penyakit dengan vaksinasi.
"Negara yang kita kunjungi memiliki epidemiologi berbeda. Yang perlu diwaspadai adalah demam kuning, meningitis, dengue, dan polio," katanya.
Kondisi geografis dan iklim di negara tujuan, menurut dia, juga berpeluang meningkatkan risiko penularan penyakit.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit seperti influenza musiman atau infeksi saluran napas.
Guna meminimalkan kemungkinan anak mengalami masalah kesehatan selama berlibur, Martira menyarankan para orangtua mengecek status imunisasi anak dan berkonsultasi mengenai kebutuhan vaksinasi anak sebelum melakukan perjalanan.
"Harus ada konseling lebih awal. Anak berbeda-beda usianya, sehingga perlu perencanaan vaksinasi yang sesuai. Tidak semua vaksin dapat diberikan mendadak sebelum berangkat," katanya.
IDAI menyampaikan bahwa beberapa negara mewajibkan pelaksanaan vaksinasi tertentu bagi wisatawan, termasuk anak-anak, yang memasuki wilayahnya.
Beberapa negara di Afrika dan Amerika Selatan mensyaratkan warga negara asing yang memasuki wilayahnya memiliki sertifikat vaksinasi demam kuning.
Pendatang yang hendak memasuki wilayah Arab Saudi adakalanya diwajibkan telah memiliki sertifikat vaksinasi meningokokus, polio, dan demam kuning.
Jadi, lebih baik mengecek persyaratan vaksinasi di negara tujuan sebelum melakukan perjalanan.
Martira menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi sebelum perjalanan sebaiknya dilakukan empat hingga enam minggu sebelum keberangkatan agar tubuh punya waktu untuk membentuk antibodi secara optimal.
IDAI menyarankan para orangtua memeriksa kartu imunisasi, berkonsultasi dengan dokter, serta memastikan anak mendapat vaksinasi rutin dan vaksinasi tambahan yang direkomendasikan sebelum berlibur bersama keluarga
"Jika tidak lengkap, risiko anak terinfeksi meningkat. Selain itu, anak bisa membawa penyakit ke negara lain atau membawa penyakit dari luar ke Indonesia," pungkas Martira. (Ant/Z-1)
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved