Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Kementan Lakukan Akselerasi Vaksinasi PMK di Subang

Reza Sunarya
05/2/2026 19:25
Kementan Lakukan Akselerasi Vaksinasi PMK di Subang
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa melakukan penyuntikan vaksinasi pada sapi.(MI/REZA SUNARYA)

DIREKTOAT Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, melaksanakan  Akselerasi Vaksinasi PMK di UPTD Puskeswan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (5/2 ).

Vaksinasi PMK bagian dari upaya mempercepat perlindungan ternak, khususnya di wilayah dengan risiko penularan yang masih ada.

Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode nasional, yaitu Januari hingga Maret dan Juli hingga September 2026 dengan target distribusi mencapai 4 juta dosis.

Jumlah vaksin yang tersedia tersebut diperuntukan, di antaranya 80% untuk zona pemberantasan, 15% untuk zona pengendalian, serta 5% sebagai stok cadangan untuk merespons cepat saat muncul kasus baru di daerah.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan 4 juta dosis vaksin PMK pada 2026.

“Sebanyak empat juta dosis vaksin dialokasikan melalui APBN 2026. Kami berharap dukungan juga datang dari pemerintah daerah melalui APBD I maupun APBD II, serta partisipasi vaksinasi mandiri oleh peternak dan dukungan CSR dari pelaku usaha," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan langkah tersebut, cakupan vaksinasi ditargetkan mencapai 70% hingga 80% dari total populasi ternak rentan di Indonesia. Wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi berada di zona merah.

"Indonesia telah dinyatakan bebas PMK di sembilan provinsi, di antaranya Papua, NTT, dan Maluku Utara. Kami sangat optimistis pengendalian PMK dapat terus ditingkatkan," ungkapnya.

Melalui vaksinasi ini, pemerintah berharap penyebaran PMK dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan dan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, petugas lapangan, dan peternak menjadi kunci agar pengendalian PMK berjalan efektif dan berkelanjutan.


Jabar resiko tinggi


Sementara itu, khusus untuk  Jawa  Barat, sendiri  sejak awal Januari hingga 1 Februari 2026, tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat.

Untuk Jawa Barat, Kementan mengalokasikan sebanyak 151.000 dosis vaksin PMK sepanjang 2026 dengan alokasi sekitar 52.000 dosis di setiap periode utama. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah prioritas karena kepadatan populasi ternaknya yang cukup tinggi.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner