Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Kasus Campak di Amerika Serikat Meningkat di Awal 2026

M Iqbal Al Machmudi
24/2/2026 13:24
Kasus Campak di Amerika Serikat Meningkat di Awal 2026
Kasus Campak di Amerika Serikat Meningkat.(Freepik)

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) di negara tersebut pada awal tahun 2026.

Hingga 19 Februari 2026, tercatat 982 kasus campak terkonfirmasi di Amerika Serikat. Sebanyak 976 kasus di antaranya dilaporkan oleh 26 yurisdiksi, termasuk Arizona, California, Colorado, Florida, Georgia, Illinois, New York City, Texas, dan Washington.

Selain itu, 6 kasus lainnya dilaporkan berasal dari wisatawan internasional yang memasuki Amerika Serikat.

Pada tahun 2025, Amerika Serikat mencatatkan total 2.281 kasus campak, dengan 2.256 di antaranya berasal dari 45 yurisdiksi. Meski begitu, terdapat perbedaan mencolok dalam distribusi kasus antara 2025 dan 2026.

Dari 982 kasus yang tercatat tahun ini, 248 di antaranya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun, sementara 575 kasus lainnya menyerang anak usia 5 hingga 19 tahun. Sisanya melibatkan dewasa di atas 20 tahun. Sebaliknya, pada 2025, kasus terbanyak terjadi pada anak usia 5-19 tahun, yaitu sebanyak 1.012 kasus, dengan 584 kasus pada anak di bawah 5 tahun.

Meski lonjakan kasus mencemaskan, CDC melaporkan tidak ada korban jiwa terkait campak pada awal 2026.

Penurunan tingkat vaksinasi menjadi faktor utama yang memengaruhi peningkatan kasus ini. Sebanyak 94% pasien yang terinfeksi diketahui belum divaksinasi, atau tidak memiliki catatan vaksinasi.

CDC juga mengonfirmasi adanya penurunan signifikan dalam cakupan vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) di kalangan anak-anak di Amerika Serikat. Vaksin ini terbukti aman dan efektif, dengan kekebalan kelompok memberikan perlindungan bagi sebagian besar masyarakat ketika cakupan vaksinasi mencapai lebih dari 95%.

Namun, tingkat vaksinasi anak-anak di tingkat TK menurun dari 95,2% pada tahun ajaran 2019-2020 menjadi 92,5% pada 2024-2025, meninggalkan sekitar 286.000 anak TK berisiko tinggi. Cakupan vaksinasi yang bervariasi secara lokal memperburuk situasi, menciptakan kantong-kantong populasi yang tidak divaksinasi, yang memungkinkan penyebaran wabah di beberapa komunitas.

Ketika campak masuk ke wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah, wabah dapat menyebar dengan cepat. Ke depannya, upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di seluruh negara sangat diperlukan untuk menanggulangi lonjakan kasus ini. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya