Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir yang melanda Aceh Tamiang menyisakan tantangan tidak hanya secara fisik, namun juga kesehatan mental, khususnya bagi kelompok anak-anak.
Psikolog klinis, Anna Aulia, menekankan pentingnya intervensi psikologis melalui terapi bermain dan terapi seni (art therapy) untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi emosional mereka pascabencana.
Menurut Anna, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
"Anak jarang bilang dia trauma atau sedih. Tapi itu terlihat dari perilaku dan gambar yang mereka buat," ujar Anna, dikutip Kamis (26/2).
Dalam sesi terapi seni yang dijalankan, anak-anak diberikan kebebasan untuk menuangkan ekspresi mereka di atas kertas.
Melalui media gambar, anak-anak sering kali merefleksikan pengalaman traumatis yang mereka alami, mulai dari suasana banjir, tenda pengungsian, hingga situasi yang mencekam.
Gambar-gambar tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi psikolog untuk memahami emosi terpendam yang dirasakan anak.
Anna, yang juga merupakan relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Aceh Tamiang dari Kementerian Kesehatan, menilai bahwa pendekatan seni sangat efektif karena mudah diterapkan dan tidak memerlukan alat yang rumit.
"Pendekatan ini juga membantu anak menyalurkan emosi tanpa tekanan untuk bercerita secara langsung," tambahnya.
Selain terapi seni, relawan juga melakukan layanan psikososial melalui kegiatan bermain dan bergerak bersama. Upaya ini bertujuan untuk membangun kembali rasa aman serta mengembalikan koneksi sosial anak-anak.
Hal ini sangat penting mengingat trauma yang tidak tertangani dengan baik dapat memengaruhi emosi dan konsentrasi anak dalam jangka panjang.
"Anak bisa menjadi lebih mudah marah, sering menangis, hingga sulit fokus belajar," jelas psikolog yang juga bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor tersebut.
Namun, Anna menegaskan bahwa pemulihan trauma pada anak bukanlah proses yang instan.
Peran lingkungan dan keluarga menjadi faktor kunci agar anak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
"Yang utama adalah anak merasa aman dan tidak sendirian," tegasnya.
Program pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam memperkuat layanan kesehatan pascabencana di Aceh. Melalui pengerahan TCK, pemerintah berkomitmen untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, termasuk menyediakan dukungan kesehatan mental yang komprehensif bagi masyarakat yang terdampak bencana. (Ant/Z-1)
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
MENURUT Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989, ada 10 hak dasar anak yang perlu dijamin oleh negara dan masyarakat, salah satunya adalah hak untuk bermain dan berekreasi.
Anak-anak yang belum bisa berkomunikasi dengan baik perlu selalu didampingi saat bermain sendiri maupun bersama teman-temannya.
Sebelum anak dilepas bermain di luar, orangtua diminta memulai dengan pengawasan hingga pemantauan di awal.
Tidak hanya menyenangkan, bermain juga diakui sebagai sarana penting untuk menumbuhkan berbagai keterampilan hidup yang esensial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved