Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA hangat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mulai terasa di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di tengah masa pemulihan pascabencana, warga penyintas banjir bandang mulai memadati kios-kios pakaian untuk menyambut hari kemenangan.
Kusuma, seorang penjaga toko pakaian setempat, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pembeli sudah terjadi sejak sepekan sebelum Lebaran.
Meski ukuran kiosnya tidak terlalu besar, beragam kebutuhan sandang mulai dari pakaian muslim, celana, hingga sandal untuk pria dan wanita ludes diserbu warga.
“Penumpukan pembeli sudah mulai terasa dari H-7 Lebaran kemarin itu, mayoritas memang pakaian anak-anak dan dewasa,” ujar Kusuma, dikutip Rabu (18/3).
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Di bagian depan toko, terpampang papan iklan yang menawarkan paket pakaian mulai dari Rp35 ribu untuk tiga pasang.
Kombinasi harga miring dan lengkapnya koleksi, termasuk mainan anak, membuat kios ini dipenuhi oleh ibu-ibu dan anak-anak yang ingin tampil rapi di hari raya.
Salah satu pengunjung, Daini, menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa. Warga asal Pandan ini merupakan korban banjir bandang yang kehilangan hampir seluruh harta bendanya. Namun, baginya, bencana bukan alasan untuk tidak memberikan kebahagiaan bagi keluarga.
Daini menceritakan bahwa 90% pakaian di rumahnya habis tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu. Kini, melalui sisa rezeki dari usaha barunya, ia memprioritaskan kebutuhan tiga buah hatinya.
“Kami datang ke toko ini, membelikan pakaian baru untuk tiga anak kami. Walaupun di tengah bencana ini, ketika kami ada rezeki tidak ada salahnya kami belikan anak-anak ini pakaian baru,” kata Daini dengan nada optimistis.
Kisah Daini adalah potret kegigihan warga Tapanuli Tengah. Sebelumnya, ia memiliki usaha warung makan dan minuman di depan rumah lamanya. Setelah bencana menghancurkan tempat tinggalnya, Daini tidak menyerah. Bersama suaminya, ia kini menyewa kontrakan di Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, dan mulai merintis usaha jasa pencucian sepeda motor.
“Waktu itu rumah kena banjir dan pakaian kami habis hanyut terbawa air. Kini, dengan adanya rezeki, dari hasil usaha kami merintis, kami berikanlah pakaian baru bagi anak-anak,” pungkasnya.
Momentum Lebaran 2026 ini bukan sekadar perayaan bagi para penyintas di Sarudik, melainkan simbol harapan dan pemulihan bagi mereka yang tengah berupaya bangkit dari hantaman bencana. (Ant/Z-1)
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
Barang sederhana dapat memberikan dampak besar pada pemulihan psikis, terutama bagi anak-anak, misalnya buku cerita, alat gambar, dan mainan edukatif.
Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat Risnaldi Ibrahim, mengunjungi masyarakat yang terdampak banjir di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Kamis, (13/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved