Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara. Dukungan itu mencakup pendirian Temporary Learning Space (TLS), penyediaan dan penguatan pojok baca, serta pemberian Back-to-School Kits untuk membantu proses pemulihan pascabencana. Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada Bulan November 2025 telah menyebabkan kerusakan rumah, sekolah, dan infrastruktur publik yang mengharuskan puluhan ribu keluarga mengungsi.
Sebanyak 4.852 sekolah terdampak akibat bencana di wilayah Sumatra, sehingga anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan terdampak akibat kesulitan akses terhadap pendidikan dan ruang aman.
“Citi percaya bahwa dukungan terhadap ruang belajar yang aman dan layak merupakan hal yang sangat krusial dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak. Hal ini mendasari komitmen Citi Foundation melalui dukungan pendanaan pemulihan pascabencana di Indonesia, Vietnam, Tailan, dan Sri Lanka sebesar total $200.000 atau sekitar Rp3,3 miliar yang disalurkan oleh Save the Children. Di Indonesia, bantuan dipusatkan untuk membantu anak-anak dan keluarga di wilayah Sumatra Utara yang terdampak agar bisa segera pulih dan bangkit kembali,” kata Country Head of Public Affairs, Citi Indonesia, Hario Widyananto, dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (10/3).
Sementara itu, Humanitarian and Program Operations Director, Save the Children Indonesia, Fadli Usman, mengungkapkan bahwa ribuan sekolah yang terdampak menunjukkan besarnya tantangan pemulihan sektor pendidikan serta urgensi memastikan anak-anak dapat segera kembali belajar di lingkungan yang aman dan mendukung.
"Tantangan ini tidak bisa dihadapi sendiri, sehingga kolaborasi dengan Citi Foundation menjadi sangat krusial,” tegas Fadli.
Dirinya meyakini, dukungan pihak swasta termasuk Citi Foundation dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana, terutama dalam memastikan hak anak-anak terpenuhi dalam situasi krisis dan darurat. (E-4)
SEBANYAK 29 ton sampah plastik resmi 'keluar' dari jalur pencemaran lingkungan Jakarta melalui inisiatif Hyundai Continue.
Kecukupan air bersih di sejumlah lokasi pengungsian masih belum merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga.
DEPUTI Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda, Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan bahwa krisis iklim merupakan krisis hak anak.
KONDISI anak-anak di Jalur Gaza, Palestina, semakin mengenaskan dari hari ke hari. Soalnya, pasokan makanan, air, dan obat-obatan semakin minim.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyatakan bahwa timbulan sampah di Indonesia mencapai 13,52 juta ton pada 2023.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved