Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dihantui Banjir Susulan, Warga Tukka Pilih Biarkan Rumah Tertimbun Lumpur Tapanuli Tengah

Januari Hutabarat
18/2/2026 18:19
Dihantui Banjir Susulan, Warga Tukka Pilih Biarkan Rumah Tertimbun Lumpur Tapanuli Tengah
Sisa material banjir masih terlihat di permukiman warga Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Rabu (18/2/2026). Warga memilih menunggu karena khawatir banjir susulan kembali terjadi.(MI/Januari Hutabarat)

KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir. Lumpur pekat, batu kerikil, hingga ranting kayu masih berserakan di halaman, menjadi pemandangan yang belum juga sirna sejak bencana melanda.

Trauma banjir yang berulang membuat warga enggan membersihkan rumah karena khawatir usaha mereka kembali sia-sia jika air kembali meluap. David, salah seorang warga, mengaku keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Ia menyebut pengalaman pahit membersihkan rumah berulang kali justru menambah beban fisik dan ekonomi keluarga. 

“Pascabanjir 25 November 2025 kami sudah dua kali membersihkan rumah. Tapi sekarang kami memilih menunggu karena takut banjir susulan datang lagi, apalagi hujan masih sering turun,” ujarnya, Rabu (18/2).

Menurutnya, proses pembersihan membutuhkan tenaga tambahan dan biaya yang tidak sedikit, bahkan bisa mencapai Rp1 juta sekali membersihkan.

Kondisi serupa juga dirasakan warga Lopian, Kecamatan Pinangsori. Saroha Situmeang menuturkan rumahnya kerap terendam setiap hujan deras mengguyur. Ia menilai belum maksimalnya normalisasi sungai menjadi penyebab banjir terus berulang setiap musim hujan.

“Selama ini belum ada normalisasi yang benar-benar tuntas, jadi setiap hujan kami selalu waswas,” katanya. Situasi ini membuat warga hidup dalam bayang-bayang bencana.

Harapan pun disematkan kepada pemerintah agar segera melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh, sehingga ancaman banjir yang terus menghantui dapat segera diakhiri. (JH/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya