Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang berulang di Desa Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali memantik sorotan. Upaya normalisasi sungai dinilai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih terus menghantui permukiman warga, terutama saat curah hujan tinggi.
Pantauan di lapangan, Selasa (17/2), di Lorong IV yang merupakan wilayah hulu sungai menunjukkan belum terlihat aktivitas pengerukan maupun pelebaran badan sungai secara signifikan. Alat berat justru lebih banyak difokuskan untuk membersihkan material banjir di kawasan permukiman warga.
Desa Huta Nabolon merupakan titik pertemuan dua anak sungai, yakni Sungai Aek Simpang Bambu dan Sungai Aek Gala-gala. Ketika hujan deras mengguyur, debit air dari kedua sungai meningkat drastis hingga meluap dan merendam rumah warga hingga ke wilayah hilir.
Pendangkalan badan sungai memperparah kondisi. Ketinggian dasar sungai kini hampir sejajar dengan jembatan dan bahu jalan raya.
Bahkan, ruas jalan yang sebelumnya menjadi jalur kendaraan berubah menjadi aliran air saat debit meningkat.
Situasi ini menegaskan perlunya langkah serius dan terukur dari pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Penanganan di wilayah hulu dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko banjir yang terus berulang dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Feby, warga setempat, mengaku belum mengetahui adanya kegiatan normalisasi sungai di wilayahnya. Ia menyebut sebagian bantaran sungai hanya ditimbun tanah sehingga mudah tergerus saat air meluap.
“Kami berharap pemerintah pusat, provinsi, dan daerah segera merealisasikan normalisasi sungai di wilayah ini,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga Perumahan Pandan Asri yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai tanpa pengerukan dan pelebaran sungai, banjir akan terus menjadi ancaman setiap musim hujan.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait normalisasi Sungai Aek Simpang Bambu dan Sungai Aek Gala-gala hingga ke hilir, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan. (E-2)
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA) terus memacu proyek normalisasi sungai di berbagai titik strategis.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 200 ekskavator telah dikerahkan untuk pengerukan. Sebab, Jakarta diprediksi masih akan diguyur hujan lebat.
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan proyek normalisasi tiga sungai akan dimulai tahun ini menyusul terjadinya banjir hebat di Jakarta beberapa hari terakhir.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan pihaknya hanya mengulang skema lama dalam menangani persoalan banjir Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved