Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Banjir Tapanuli Tengah Terus Terulang, Warga Desak Normalisasi Sungai

Januari Hutabarat
15/3/2026 21:00
Banjir Tapanuli Tengah Terus Terulang, Warga Desak Normalisasi Sungai
Banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.(Dok. MI)

WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026. Sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, kawasan tersebut kerap terendam setiap kali hujan turun.

Kondisi banjir Tapanuli Tengah yang berulang itu membuat warga yang bermukim di daerah tersebut hidup dalam kecemasan. Mereka khawatir banjir sewaktu-waktu kembali datang dan merendam rumah serta harta benda.

Raul Dalimunte, warga Kecamatan Tukka, Minggu (15/3), mengatakan hingga kini belum ada penanganan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, sebagian korban banjir pada November 2025 lalu memang telah mendapatkan bantuan rumah hunian tetap. Namun, tidak semua warga terdampak memperoleh bantuan tersebut.

“Kalau musim kemarau kami bisa kembali ke rumah. Tapi kalau hujan turun, kami harus mengungsi ke rumah keluarga karena takut banjir datang lagi,” ujarnya.

Ia menuturkan, setelah banjir surut warga harus kembali membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur, tanah, serta sampah yang terbawa arus seperti potongan kayu.

“Kami berharap ada langkah nyata dari pemerintah. Normalisasi sungai harus dilakukan secara serius demi keselamatan warga Tukka,” katanya.

Hal senada disampaikan Doli, warga setempat lainnya. Ia menilai penanganan banjir Tapanuli Tengah, terutama normalisasi sungai, berjalan lamban dan belum menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.

“Hingga sekarang belum ada perubahan yang berarti. Warga masih harus menghadapi banjir setiap kali hujan turun,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mempercepat penanganan banjir melalui normalisasi sungai serta penataan kawasan rawan banjir agar masyarakat dapat kembali hidup dengan aman. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya