Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah duka warga yang harus mengungsi akibat terjangan banjir dan longsor, aksi kriminalitas justru terjadi di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Sat Reskrim Polres Tapteng berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang menyasar rumah kosong ditinggal pengungsi.
Kasat Reskrim Polres Tapteng Iptu Dian AP mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan dua pria sebagai tersangka. Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban, Ledy Risnawati Sitompul, dengan nomor laporan LP/B/562/XII/2025/SPKT/Polres Tapanuli Tengah.
"Dua tersangka yang ditetapkan adalah JG, 27, warga Kelurahan Sipange, dan WS, 24, warga Kota Padangsidempuan," terangnya, Senin (23/2).
Menurut dia, salah satu tersangka, yakni WS, saat ini sudah menjalani penahanan di Polres Tapteng terkait perkara tindak pidana lain.
Aksi para pelaku terungkap pada Rabu (17/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban kembali ke kediamannya untuk mengecek kondisi bangunan pascabencana. Setibanya di lokasi, korban mendapati jendela kamar rumahnya rusak dan teralis besi telah dibobol paksa.
Di dalam rumah yang masih digenangi lumpur sisa bencana, ditemukan banyak jejak kaki mencurigakan. Setelah diperiksa, sejumlah barang berharga berupa telepon genggam, laptop, hingga jam tangan telah raib. "Akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian materil mencapai Rp21 juta," imbuhnya.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecurigaan mengarah kepada kedua tersangka. Keduanya sempat terlihat memantau pemukiman saat kondisi sedang sepi akibat pemutusan aliran listrik dan air.
Iptu Dian mengatakan, tim penyidik Unit I Sat Reskrim kini telah mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan pemeriksaan intensif.
"Para tersangka sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan," terangnya
Dia menambahkan, Polres Tapteng mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama di wilayah-wilayah yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana, serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib. (H-1)
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
Penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang pindah dari tenda ke hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Desa Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang.
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
Human Initiative memaparkan arah dan rencana pemulihan Sumatra. Pihaknya menyusun rencana itu berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pendekatan kawasan.
Momentum penyerahan bantuan saat ini dinilai tepat karena telah memasuki tahap pemulihan, khususnya pembangunan hunian sementara dan hunian tetap korban bencana.
Lebih dari sebulan pascabencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), kondisi layanan kesehatan bagi warga terdampak masih menyisakan tanda tanya.
Dinas Kesehatan berencana mengajukan proposal pengadaan alat kesehatan dan perbaikan sarana prasarana puskesmas yang rusak akibat bencana.
Akses menuju Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kini kembali dapat ditembus melalui jalur Kecamatan Pakkat.
Banyak warga memilih mengungsikan alat transportasinya, termasuk sepeda motor, ke kawasan perbukitan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir besar yang bisa datang kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved