Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Utara Rianda Purba menyampaikan terkait gelondongan kayu yang terbawa saat banjir bandang dan longsor di Tapanuli Raya. Menurut Rianda, kayu-kayu gelondongan itu berasal dari Harangan Tapanuli, ekosistem Barang Toru.
"Gelondongan Ini seluruhnya merupakan kayu-kayu yang dipotong, mayoritas kayu bekas tebangan senso (gergaji mesin). Nah, kan nggak akan kita sangka, pernyataan pemerintah bahwa itu kayu lama yang sudah lapuk. Tapi yang jelas ini kayu senso dan banyak kayu-kayu baru bekas potongan. Tidak mungkin kayu-kayu yang dibawa hujan tersebut bekas sensoan," kata Rianda dalam keterangannya, Selasa (2/12).
Atas peristiwa tersebut, lanjut Rianda, tampak kejahatan yang selama ini disembunyikan. Hal ini tentu mengungkap kebenaran yang selama ini bahwa telah terjadi deforestasi secara besar-besaran dan dilakukan secara terorganisir baik legal maupun pun ilegal.
"Salah satunya di jembatan Trikora, Kecamatan Batang Toru. Itu kan Sungai Batang Toru, jelas di atasnya adalah tambang emas Martabe. Sepanjang aliran sungai dan bibir sungai sepanjang 13 km dibangun infrastruktur PT Batang toru, kemudian juga ada aktivitas atas tanah di kecamatan sekitar aliran Sungai Batang Toru yang dilakukan secara legal. Ini merupakan faktor-faktor penyebab banjir ini. Jelas banjir ini adalah bencana ekologis yang disebabkan oleh segelintir orang dan perusahaan," beber Rianda.
Selain itu juga di Tapanuli Tengah di hulu-hulunya juga banyak aktivitas fungsi lahan dari hutan dibuka menjadi perkebunan sawit.
"Kita melihat langsung di lapangan, kita bekerja disana bahwa sejak 2014-2015, pemerintah banyak mengeluarkan kawasan hutan alami dari kawasan hutan nonhutan, alih fungsi berjalan masif terjadi seperti untuk tambang emas, pembangunan PLTA, untuk praktik perkebunan rakyat kecil, logging dan kemudian alih fungsi hutan diikuti dengan pembukaan hutan menjadi kebun sawit di wilayah hulu yang menjadi wilayah tangkap air, sehingga saat hujan terus-menerus banjir bandang langsung terjadi di beberapa wilayah di Sumut," kata Rianda. (AP/E-4)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
BANJIR dan tanah longsor melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, sejak Senin (16/2) sore.
Upaya normalisasi sungai dinilai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih terus menghantui permukiman warga di Tapanuli Tengah, terutama saat curah hujan tinggi.
Hujan intensitas sedang hingga tinggi memicu banjir di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Warga mengungsi, listrik padam di sejumlah wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved