Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

48 RT dan Jalan Utama Jakarta masih Tergenang, Warga mulai Mengungsi

 Gana Buana
18/1/2026 20:31
48 RT dan Jalan Utama Jakarta masih Tergenang, Warga mulai Mengungsi
Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan.(MI/Usman Iskandar)

BANJIR masih mencengkeram Ibu Kota. Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, Jakarta Barat menjadi wilayah terdampak terluas dengan 21 RT terendam air setinggi 10 hingga 50 sentimeter. Genangan juga masih bertahan di 13 RT Jakarta Pusat, tiga RT Jakarta Timur, serta lima RT Jakarta Utara.

“Kondisi terakhir Banjir Jakarta, hingga pukul 15.00 WIB, genangan masih ditemukan di sejumlah titik permukiman dan jalan utama,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dilansir dari Antara, Minggu (18/1).

Di Jakarta Barat, banjir terparah terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke, dengan ketinggian air mencapai 20-50 sentimeter di delapan RT. Sementara itu, Rawa Terate, Jakarta Timur, mencatat genangan tertinggi hingga 90 sentimeter, menghambat aktivitas warga.

Tak hanya permukiman, akses transportasi juga terganggu. BPBD melaporkan 23 ruas jalan masih terendam, didominasi wilayah Jakarta Utara dengan ketinggian air mencapai satu meter di sejumlah titik, termasuk Jalan Muara Baru dan kawasan sekitar Pelabuhan Nizam Zachman. Di Jakarta Barat, genangan masih menghambat lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk, Taman Sari Raya, hingga Outer Ring Road.

Banjir memaksa sejumlah warga Tegal Alur, Jakarta Barat, mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sedikitnya 12 kepala keluarga dengan 24 jiwa kini menempati Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek dan Masjid Istiqomah.

Meski demikian, BPBD mencatat sebagian wilayah mulai menunjukkan tanda-tanda surut, terutama di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Beberapa ruas jalan utama di Jakarta Pusat, seperti Underpass Senen dan Jalan Letjen Suprapto, juga dilaporkan sudah kembali bisa dilalui.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Gulkarmat untuk mempercepat penyedotan genangan serta memastikan saluran air berfungsi optimal.

Yohan mengimbau warga tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan. “Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang aktif 24 jam dan bebas pulsa,” katanya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan genangan dapat surut secepat mungkin, sembari memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya