Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIDIKAN seksual sejak dini kini menjadi perhatian serius bagi kalangan psikolog sebagai langkah preventif dalam melindungi anak dari ancaman pelecehan dan kekerasan seksual. Namun, penyampaiannya tidak harus kaku. Orangtua disarankan untuk menyelipkan edukasi tersebut melalui kegiatan interaktif di rumah.
Psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh, Devi Yanti, M. Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pendekatan bermain jauh lebih efektif karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
"Permainan atau kegiatan interaktif di rumah ditujukan agar (pendidikan) jadi tidak kaku. Maka dari itu orangtua dapat menggunakan pendekatan bermain," ujar Devi, dikutip Sabtu (7/2).
Salah satu metode praktis yang disarankan oleh Devi adalah permainan "Lampu Lalu Lintas Sentuhan".
Dalam permainan ini, orangtua menggunakan analogi warna untuk memberikan pemahaman mengenai batasan fisik. Warna hijau digunakan sebagai penanda area tubuh yang aman untuk disentuh, sementara warna merah menjadi peringatan keras untuk area yang dilarang untuk disentuh oleh siapapun.
Selain permainan warna, penggunaan alat peraga seperti boneka atau gambar anatomi tubuh manusia juga sangat membantu. Media ini memudahkan orangtua dalam menunjukkan secara spesifik bagian-bagian tubuh mana saja yang bersifat privasi.
Tidak hanya soal pemahaman bagian tubuh, anak juga perlu dilatih untuk bertindak. Devi menyarankan orang tua untuk melakukan simulasi atau bermain peran (role play) sederhana.
Melalui latihan ini, anak diajarkan cara bersikap tegas saat menghadapi situasi yang mencurigakan.
Anak dilatih untuk berani mengatakan "tidak" kepada orang asing atau siapa pun yang melanggar batasan.
Selain itu, simulasi ini bertujuan mengajari anak cara mencari bantuan serta pentingnya segera melapor kepada orang dewasa yang mereka percayai jika mengalami tindakan yang membuat tidak nyaman.
"Pendekatan ini membuat anak belajar tanpa rasa takut dan lebih mudah memahami," tambah Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh tersebut.
Selain permainan, penggunaan buku cerita bertema serupa juga dapat menjadi pilihan edukasi yang suportif.
Devi juga menekankan bahwa tanggung jawab edukasi ini tidak hanya berada di pundak orangtua inti. Anggota keluarga yang lebih tua, seperti kakek dan nenek, juga perlu diberi pemahaman tentang pentingnya mengajarkan proteksi diri pada cucu mereka.
Kesamaan sudut pandang dalam keluarga akan memperkuat benteng perlindungan bagi anak.
Sebagai penutup, Devi menegaskan bahwa pendidikan seksual sejak dini bukanlah hal yang negatif jika dilakukan dengan benar.
"Intinya, pendidikan seks yang tepat usia justru memperkuat nilai moral, rasa hormat terhadap diri sendiri, dan mencegah anak menjadi korban," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved