Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Waspadai Batuk dan Demam Berulang pada Anak, Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 15:54
Waspadai Batuk dan Demam Berulang pada Anak, Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Bawaan
Ilustrasi(Freepik)

ORANGTUA diminta untuk tidak meremehkan kondisi anak yang sering mengalami batuk dan demam berulang dalam setahun. Meski sekilas tampak seperti infeksi saluran pernapasan biasa, kondisi tersebut patut diwaspadai sebagai salah satu indikasi awal Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Asmoko Resta Permana, Sp.JP(K) FIHA, menjelaskan bahwa batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya. 

Pada anak dengan PJB, sering kali terdapat kebocoran pada saluran darah menuju paru-paru.

“Ya, batuk radang karena radang di tenggorokan, infeksi virus atau bakteri, tapi kalau penyakit jantung bawaan kan ada kebocoran,” ujar Asmoko, dikutip Kamis (26/2).

Mekanisme Paru-Paru Banjir

Kondisi kebocoran ini menyebabkan jantung memompa darah dengan kekuatan besar ke arah paru-paru. 

Akibatnya, terjadi penumpukan cairan atau yang secara medis diistilahkan sebagai kondisi paru-paru banjir. Penumpukan cairan inilah yang kemudian menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

“Jadi kalau paru kita banjir itu bakteri suka banget untuk berkembang biak di situ. Jadi dia jadi batuk radang juga, batuk panas berulang, itu namanya, yang kita sebut kalau bahasa kedokterannya pneumonia,” jelas Konsultan Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan tersebut.

Karena gejalanya yang sangat mirip dengan flu, pilek, atau bahkan TBC, banyak orang tua maupun tenaga kesehatan yang sering salah mengartikan kondisi ini. Padahal, batuk pada anak dengan PJB cenderung bersifat menetap dan terjadi secara berulang.

Tanda-Tanda Bahaya Lainnya

Selain batuk dan demam, Asmoko memaparkan beberapa tanda klinis lain yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Gangguan Pernapasan: Anak mudah sesak napas dan memiliki kebiasaan unik sering jongkok untuk mengatur napas saat beraktivitas.
  • Perubahan Fisik: Pada balita, terlihat rona kebiruan di area sekitar mulut atau kuku yang tampak membengkak.
  • Kondisi Lemas: Anak terlihat lesu akibat saturasi oksigen yang rendah, bahkan dalam kasus berat dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kejang.

Asmoko sangat menekankan pentingnya deteksi dini. Pengabaian terhadap gejala-gejala ini sangat berisiko fatal, di mana anak bisa kehilangan nyawa sebelum diagnosis sempat ditegakkan.

Ia mengimbau para orangtua untuk segera memeriksakan buah hatinya jika menemukan pola batuk yang tidak wajar, sesak napas saat beraktivitas meski hanya sebentar, atau adanya perubahan warna kebiruan pada wajah. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi serius dan memberikan peluang hidup yang lebih baik bagi anak dengan PJB. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya