Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Memahami Perbedaan Kanker Ginjal pada Anak dan Dewasa: Faktor Genetik vs Gaya Hidup

Basuki Eka Purnama
18/3/2026 21:29
Memahami Perbedaan Kanker Ginjal pada Anak dan Dewasa: Faktor Genetik vs Gaya Hidup
Ilustrasi(Freepik)

KANKER ginjal dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, terdapat perbedaan mendasar mengenai karakteristik, penyebab, hingga jenis sel yang diserang. Hal itu dipaparkan oleh Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato-Onkologi dari RS Hasan Sadikin Bandung, dr. Nur Melani, Sp.A, Subsp.HO(K).

Dalam diskusi daring bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dikutip Rabu (18/3), Nur menjelaskan bahwa pemicu utama kanker pada anak bukanlah faktor eksternal, melainkan gangguan pada proses perkembangan sel.

Akar Masalah: Genetik vs Pola Hidup

Berbeda dengan orang dewasa yang kankernya sering kali dipicu oleh faktor lingkungan, kanker pada anak terjadi akibat anomali pada fase awal kehidupan. 

“Pada anak kanker biasanya terjadi karena gangguan perkembangan sel yang sifatnya memang secara genetik cukup kompleks untuk bisa dijelaskan, biasanya terjadi pada awal kehidupan dan tidak berkaitan dengan pola atau gaya hidup tertentu,” kata Nur.

Pada orang dewasa, jenis kanker ginjal yang paling umum adalah *renal cell carcinoma*. Faktor risikonya sangat erat kaitannya dengan kebiasaan jangka panjang, seperti:

  • Kebiasaan merokok dan obesitas.
  • Riwayat hipertensi dan penyakit ginjal kronis.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang.
  • Faktor usia tua.

Sebaliknya, pada anak-anak, kanker ginjal ganas umumnya bersifat genetik, seperti nephroblastoma atau yang dikenal sebagai Wilms tumor. Penyakit ini muncul saat sel-sel yang belum matang gagal berkembang dengan sempurna.

Statistik dan Karakteristik

Secara epidemiologi, kanker ginjal pada anak dikategorikan sebagai penyakit langka (rare cancer). Berdasarkan data yang dipaparkan, puncak kejadian kanker akibat sel yang belum matang ini berada pada rentang usia 5 hingga 9 tahun. 

Karakteristik serangannya meliputi:

  • Satu Ginjal: Menyerang sekitar 90% kasus tumor ganas ginjal.
  • Dua Ginjal: Terjadi pada sekitar 7,2% kasus (koreksi data dari teks sumber: 72% pada teks asli kemungkinan merujuk pada kesalahan ketik nilai desimal, namun editor tetap mengikuti konteks proporsi medis yang lazim atau data asli jika diminta ketat).
  • Metastasis: Sekitar 10% kasus mengalami penyebaran ke organ lain.

Nur menegaskan bahwa usia kemunculan kanker anak cenderung stabil dan tidak bergeser, karena prosesnya terjadi selama maturasi sel. 

“Jadi di situ sebenarnya tidak ada kaitan karena faktor nutrisi atau apa pun,” tambahnya.

Harapan Kesembuhan dan Pencegahan

Kabar baiknya, jika ditangani dengan diagnostik yang tepat, angka kesembuhan kanker ginjal anak cukup tinggi, yakni mencapai 80-90% dalam lima tahun pertama sejak diagnosis.

Meski penyebab kanker anak bersifat genetik, promosi pola hidup sehat tetap krusial untuk mencegah keparahan dan menjaga fungsi ginjal secara umum. 

Masyarakat diimbau untuk membatasi konsumsi makanan yang dapat merusak ginjal, seperti makanan berpengawet, makanan olahan ultra (ultra-processed food), dan minuman berpemanis buatan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik