Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANFAATAN teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai bertransformasi menjadi alat vital dalam meningkatkan akurasi pemeriksaan diagnostik kanker, khususnya kanker payudara.
Teknologi ini dinilai mampu membantu tenaga medis menilai status Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2) secara lebih presisi demi menentukan terapi yang paling tepat bagi pasien.
Dokter Spesialis Patologi Anatomik, Dr. dr. Patricia Diana Prasetyo, MSi.Med, Sp.PA, menekankan bahwa ketepatan penilaian status HER2 merupakan faktor krusial dalam manajemen kanker payudara.
Menurutnya, terapi target anti-HER2 hanya akan memberikan manfaat maksimal jika didasarkan pada hasil pemeriksaan yang akurat dan konsisten.
“Terapi target anti-HER2, bila diberikan secara tepat, dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Karena itu, penilaian atau scoring status HER2 harus akurat dan konsisten,” ujar Patricia dalam keterangan resmi, Senin (9/3).
Langkah penguatan deteksi dini menjadi kian mendesak mengingat proyeksi lonjakan kasus kanker di Indonesia.
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Saat ini, tercatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu jiwa.
Patricia menjelaskan, integrasi AI sebagai pendamping klinis terbukti meningkatkan kualitas pemeriksaan secara signifikan.
Data studi yang dipresentasikan pada ASCO Annual Meeting 2025 menunjukkan bahwa penggunaan AI mampu mendongkrak akurasi penilaian hingga angka 92%.
Selain akurasi, AI berperan besar dalam memperbaiki konsistensi antarpemeriksa. Jika metode konvensional memiliki tingkat konsistensi antar-tenaga medis sekitar 66%, bantuan AI mampu meningkatkan angka tersebut menjadi sekitar 82%.
Lebih lanjut, teknologi ini unggul dalam mendeteksi kategori yang sulit diidentifikasi secara manual, yakni kategori HER2-low dan HER2-ultralow.
Penggunaan AI tercatat meningkatkan kemampuan deteksi pada subkategori ini hingga 40% dibandingkan metode penilaian konvensional.
Dengan dukungan teknologi tersebut, pemanfaatan AI diharapkan dapat memperkuat ketepatan klasifikasi kanker payudara sekaligus membantu tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis yang lebih cepat, tepat, dan terukur bagi keselamatan pasien. (Z-1)
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Insinyur Katie Weimer kembangkan teknologi biotissue cetak 3D untuk rekonstruksi payudara. Solusi alami tanpa risiko implan industri bagi penyintas kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved