Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI banyak penyintas kanker payudara, operasi pengangkatan massa kanker (lumpectomy) sering kali meninggalkan jejak permanen yang melukai fisik sekaligus psikis. Menanggapi realitas ini, Katie Weimer, seorang insinyur biomekanik asal Colorado, menciptakan terobosan medis yang berpotensi mengubah masa depan rekonstruksi payudara melalui teknologi cetak 3D.
Terinspirasi dari mendiang ibunya yang wafat akibat kanker payudara, Weimer mendirikan startup bernama GenesisTissue pada 2024. Inovasi utamanya adalah pembuatan "perancah" (scaffold) jaringan payudara hasil cetak 3D yang menggunakan bahan bioprintable yang ramah sel dan tidak ditolak oleh tubuh.
"Kenyataannya, banyak perempuan harus hidup dengan pengingat akan kanker yang mereka derita setiap harinya. Itu tidak cukup baik. Harus ada cara yang lebih baik," ujar Weimer, 43.
Kebutuhan akan inovasi ini sangat mendesak. Berdasarkan data American Cancer Society, lebih dari 300.000 perempuan di Amerika Serikat didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 40.000 jiwa per tahun. Secara global, WHO mencatat sekitar 2,3 juta kasus baru dan 670.000 kematian setiap tahunnya.
Di AS, sekitar 170.000 prosedur lumpectomy dilakukan tiap tahun. Meski sukses mengangkat kanker, prosedur ini sering meninggalkan rongga pada jaringan payudara yang berdampak psikologis mendalam bagi pasien.
Metode yang dikembangkan Weimer berbeda dari implan silikon atau salin tradisional yang sering kali dilengkapi peringatan keamanan ketat dari FDA terkait risiko kanker sistem imun.
Dalam teknologi ini, dokter akan mengekstraksi sel lemak pasien melalui sedot lemak (liposuction), lalu menyuntikkannya ke dalam perancah cetak 3D yang telah disesuaikan dengan ukuran tumor pasien melalui pemindaian komputer.
"Solusi idealnya adalah menanam perancah tersebut pada saat pengangkatan jaringan kanker. Perancah melindungi lemak yang disuntikkan dari tekanan dan mengembalikan bentuk payudara," jelas Weimer.
Seiring waktu, tubuh akan menyembuhkan dirinya sendiri menggunakan sel-selnya sendiri, sementara perancah tersebut akan menghilang secara alami, meninggalkan jaringan payudara asli yang sehat.
Weimer, yang sebelumnya dikenal karena perannya dalam operasi pemisahan kembar siam Jadon dan Anias McDonald pada 2016, mendapatkan dukungan penuh dari mentornya, Charles Hull, penemu teknologi cetak 3D.
Meskipun saat ini teknologinya masih dalam tahap pra-klinis dan menunggu proses regulasi FDA, para ahli medis seperti Dr. Oren Tepper menyebut inovasi ini sebagai game changer di dunia rekonstruksi.
Melalui karyanya, Weimer berharap dapat memberikan hak bagi setiap perempuan untuk merasa "utuh" kembali setelah berjuang melawan kanker. "Kami berjuang agar penyintas mendapatkan rekonstruksi yang beregenerasi menjadi jaringan payudara mereka sendiri, dan bertahan seumur hidup," pungkasnya. (CNN/Z-2)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved