Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
AMBISI Indonesia untuk menjadi pemimpin di era kecerdasan buatan (AI) pada 2045 telah diperkuat melalui peta jalan nasional dan visi Making Indonesia 4.0. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar antara ambisi dan eksekusi.
Banyak perusahaan di tanah air dilaporkan masih berkutat pada tahap awal dan kesulitan melangkah lebih jauh dari sekadar uji coba.
Fenomena "terjebak di pilot stage" ini menjadi perhatian serius Michael L. Pireca, Chief Financial Officer dari Rimini Street. Menurutnya, masalah utama sering kali berakar pada kesalahpahaman fundamental mengenai teknologi itu sendiri.
Banyak organisasi memutuskan untuk mengadopsi AI hanya karena dorongan euforia atau sekadar mengikuti tren, tanpa pemahaman mendalam tentang bagaimana teknologi ini dapat memberikan nilai bisnis yang nyata.
"Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus," jelas Michael. "Tetapi, itu tidak memberikan hasil yang diharapkan atau sesuai dengan demonstrasi awal".
Fokus pada Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren
Untuk mengatasi kebuntuan ini, Michael menekankan pentingnya kesiapan bisnis sebelum benar-benar terjun ke implementasi AI. Perusahaan perlu mengevaluasi proses bisnis mereka secara menyeluruh, terutama pada bagian yang masih mengandalkan komponen manual.
Otomatisasi pada titik-titik tersebut diyakini dapat memberikan manfaat signifikan, meskipun proses yang ada saat ini dianggap sudah berjalan dengan baik.
Pendekatan yang disarankan adalah business-centric, yakni mendahulukan kebutuhan bisnis di atas ketersediaan alat.
"Fokus pada kebutuhan bisnis terlebih dahulu, baru kemudian cari alat AI atau inovasi yang tepat, bukan hanya mengikuti tren," sarannya.
Dengan mengidentifikasi titik nyeri (pain points) terbesar dalam operasional, perusahaan dapat menyusun prioritas yang realistis dan memastikan setiap investasi memberikan dampak yang terukur bagi organisasi.
Strategi Pendanaan Inovatif: "Pendapatan dari Penghematan"
Tantangan lain yang tak kalah besar adalah masalah anggaran. Di tengah keterbatasan dana IT, Rimini Street menawarkan model "pendapatan dari penghematan" sebagai solusi pendanaan inovasi.
Alih-alih mengganti sistem lama dengan perangkat lunak baru yang mahal, perusahaan didorong untuk mengoptimalkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang sudah ada.
"Perusahaan dapat mendanai inovasi tanpa meningkatkan pengeluaran IT dengan mendapatkan hasil yang lebih baik dari sistem yang ada," ujar Michael.
Melalui dukungan pihak ketiga yang lebih efisien, perusahaan dapat menghemat biaya operasional IT secara signifikan. Dana hasil penghematan inilah yang kemudian dialokasikan kembali untuk mendanai proyek AI.
Menariknya, Michael menegaskan bahwa model ini tidak bertujuan untuk melakukan efisiensi karyawan.
"Kami mengganti pengeluaran vendor perangkat lunak, bukan mengganti orang," tegasnya.
Dengan sistem yang lebih stabil dan efisien, karyawan justru diharapkan dapat beralih ke pekerjaan yang lebih strategis dan memuaskan.
Melalui kombinasi kesiapan bisnis yang matang dan strategi pendanaan yang cerdas, tantangan skala AI di Indonesia diharapkan dapat teratasi tanpa harus membebani anggaran perusahaan. (Z-1)
Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional telah menguji dua teknologi baru guna meningkatkan kemampuan medis di luar angkasa dan mengurangi ketergantungan pada dukungan dari Bumi.
Pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dan otomatisasi semakin menjadi faktor penting dalam operasional bisnis ritel.
SEBANYAK tujuh kementerian menandatangani dan menetapkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital serta Kecerdasan Artifisial (AI).
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Jejak Jajanan Nusantara tidak hanya menampilkan beragam kuliner tradisional, tetapi juga menghadirkan berbagai inisiatif penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
Larry Fink mengungkap potensi resesi hebat akibat krisis energi dan ancaman Iran. Ia juga bicara soal nasib ijazah kuliah di tengah ledakan AI.
Platform pusat layanan terpadu ini mengusung teknologi chat-first AI untuk memangkas birokrasi dan memudahkan warga mengakses layanan publik hanya melalui percakapan WhatsApp.
Smart journalism sendiri merupakan praktik jurnalistik dengan memanfaatkan teknologi AI tanpa mengalihkan akuntabilitas dari manusia.
Atalya menilai perlu adanya pengembangan kurikulum kecerdasan buatan secara bertahap agar pelajar dapat mengenal teknologi AI secara edukatif dan bertanggung jawab.
Meta resmi mencaplok Moltbook, platform unik tempat asisten digital AI saling berkomunikasi. Langkah Mark Zuckerberg itu memperkuat dominasi agen AI global.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ornitolog internasional yang mempelajari kelompok burung antbird, yakni burung kecil pemakan serangga yang banyak ditemukan di hutan tropis Amerika
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved