Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Jack Dorsey Pangkas 40% Karyawan Block, AI Jadi Alasan Utama Efisiensi Perusahaan

Thalatie K Yani
27/2/2026 07:36
Jack Dorsey Pangkas 40% Karyawan Block, AI Jadi Alasan Utama Efisiensi Perusahaan
Co-founder Block, Jack Dorsey, mengumumkan PHK terhadap 4.000 lebih karyawan. Ia menyebut penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) membuat tim kecil bekerja lebih baik.(Media Sosial X)

BLOCK, perusahaan teknologi di balik Square, Cash App, dan Afterpay, secara mengejutkan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 40% stafnya. Langkah ekstrem ini diambil karena perusahaan mulai mengandalkan "alat kecerdasan" atau intelligence tools untuk menjalankan operasionalnya.

Dalam surat kepada pemegang saham, sang pendiri, Jack Dorsey, mengungkapkan perusahaan akan memangkas lebih dari 4.000 karyawan. Langkah ini akan menyisakan jumlah tenaga kerja di bawah 6.000 orang. Dorsey meyakini sebagian besar perusahaan lain akan mengikuti jejak ini dalam waktu dekat.

AI Sebagai Mesin Efisiensi

Keputusan ini diambil di tengah tren industri teknologi yang mulai merombak struktur kerja demi integrasi AI. Dorsey berargumen tim yang jauh lebih kecil namun dibekali alat kecerdasan buatan justru mampu memberikan hasil yang lebih maksimal.

“Tim yang jauh lebih kecil, menggunakan alat yang kami bangun, dapat melakukan lebih banyak hal dan melakukannya dengan lebih baik. Dan kemampuan alat kecerdasan ini terus berkembang lebih cepat setiap minggunya,” tulis Dorsey.

Senada dengan Dorsey, CFO Block, Amrita Ahuja, menegaskan ini adalah peluang besar bagi perusahaan untuk bergerak lebih cepat. Ia menyebut penggunaan AI memungkinkan otomatisasi lebih banyak pekerjaan oleh tim kecil yang sangat berbakat.

Bukan Karena Bisnis Lesu

Meski melakukan pemangkasan besar-besaran, Dorsey menjamin kondisi bisnis Block saat ini sangat kuat. Melalui unggahannya di platform X, ia menekankan laba kotor perusahaan terus tumbuh. PHK ini murni merupakan perubahan struktural yang proaktif, bukan reaktif karena tekanan finansial.

“Saya pikir sebagian besar perusahaan terlambat. Dalam satu tahun ke depan, saya yakin mayoritas perusahaan akan mencapai kesimpulan yang sama dan melakukan perubahan struktural serupa. Saya lebih memilih mencapainya secara jujur dan dengan cara kami sendiri daripada dipaksa melakukannya secara reaktif,” tegas mantan CEO Twitter tersebut.

Kembali ke Angka Pra-Pandemi

Langkah Block mencerminkan fenomena di sektor teknologi pasca-pandemi. Perusahaan seperti Amazon, Meta, dan Microsoft juga telah melakukan pemangkasan besar-besaran dalam setahun terakhir. Block mengalami lonjakan jumlah karyawan dari sekitar 3.800 pada 2019 menjadi lebih dari 10.000 sebelum PHK ini diumumkan. Kini, para pemimpin teknologi berupaya kembali ke angka tenaga kerja yang lebih efisien seperti sebelum pandemi.

Bagi karyawan yang terdampak, Dorsey menjanjikan pesangon selama 20 minggu atau lebih tergantung masa kerja, hak ekuitas hingga akhir Mei, serta tunjangan kesehatan selama enam bulan. Selain itu, mereka diizinkan menyimpan perangkat perusahaan dan mendapatkan tambahan dana sebesar US$5.000.

Reaksi pasar terhadap pengumuman ini terpantau positif. Saham Block melonjak hingga 24% setelah rencana perampingan berbasis AI ini diumumkan ke publik. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya