Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Fondasi Data: Penentu Kemenangan Adopsi AI Perusahaan di 2026

Basuki Eka Purnama
13/1/2026 20:55
Fondasi Data: Penentu Kemenangan Adopsi AI Perusahaan di 2026
Ilustrasi(Freepik)

MEMASUKI 2026, arah pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) di berbagai sektor industri diprediksi akan mengalami pergeseran fokus yang fundamental. Jika sebelumnya organisasi saling berpacu dalam kecepatan bereksperimen, kini, kekuatan infrastruktur data menjadi penentu utama kesuksesan teknologi tersebut.

Cloudera memprediksi bahwa banyak perusahaan akan melakukan peninjauan ulang besar-besaran terhadap strategi AI mereka. Langkah ini didorong oleh meningkatnya tekanan regulasi, risiko keamanan siber, serta tuntutan pengembalian investasi (ROI) yang lebih terukur dan nyata.

Senior Vice President Asia Pasifik dan Jepang Cloudera, Remus Lim, menjelaskan bahwa kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.

“Kita melihat organisasi besar berlomba-lomba mencurahkan banyak sumber daya untuk inovasi berikutnya, sementara perusahaan yang lebih kecil mengambil pendekatan yang lebih terukur. Namun, terlepas dari ukuran dan ambisi mereka, setiap perusahaan pada akhirnya akan mencapai kesadaran yang sama: kesuksesan AI bergantung pada fondasi data yang kuat,” ujar Remus saat media briefing, Selasa (13/1).

MI/HO--Media briefing Cloudera

Tantangan Silo dan Munculnya Agen AI

Salah satu hambatan utama yang diantisipasi pada 2026 adalah munculnya silo AI di dalam organisasi. Fragmentasi terjadi ketika unit-unit departemen mengadopsi alat AI secara terpisah, yang pada akhirnya menyulitkan tata kelola dan konsistensi risiko. 

Sebagai solusi, Cloudera menekankan pentingnya standarisasi platform data dan AI terpadu untuk memastikan inovasi tetap aman dan patuh pada regulasi.

Di sisi lain, tahun 2026 diproyeksikan menjadi titik balik bagi pemanfaatan agen AI. Sektor jasa keuangan diprediksi akan memimpin penggunaan teknologi ini untuk analisis sumber kekayaan hingga sistem pencegahan penipuan. 

Meski 97% perusahaan jasa keuangan global telah memiliki setidaknya satu use case AI dalam produksi, hampir separuhnya masih berjuang di tingkat kematangan menengah karena kendala integrasi data real-time dan tata kelola.

Keamanan dan Investasi yang Selektif

Isu kedaulatan data juga mendorong peningkatan minat terhadap Private AI. Model arsitektur tertutup ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan AI generatif tanpa harus mengekspos data sensitif ke lingkungan publik, sekaligus membentengi diri dari lonjakan serangan siber terhadap identitas digital.

Secara strategis, tekanan ekonomi akan memaksa perusahaan menjadi lebih selektif dalam berinvestasi. Fokus kini bergeser dari sekadar eksperimen menuju inisiatif yang memberikan dampak bisnis nyata. 

Pada akhirnya, tahun 2026 akan menjadi tahun pemisah antara perusahaan yang membangun AI secara strategis di atas fondasi data yang solid, dengan mereka yang hanya sekadar mengikuti tren. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya