Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanggapi kekhawatiran bahwa penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di kalangan siswa dapat memicu kemalasan intelektual. Menurutnya, pemerintah menyadari potensi tersebut dan telah menyiapkan pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan teknologi modern dengan metode konvensional.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi di sekolah tidak akan berdiri sendiri, melainkan dipadukan dengan aktivitas belajar yang menuntut kemampuan berpikir dan kreativitas siswa secara langsung.
"Kami kan mengkombinasikan itu dengan model pembelajaran yang dalam tanda petik konvensional atau tradisional," kata Abdul Mu’ti di kantor Kemenko PMK, Kamis (12/3).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan kembali kegiatan menulis tangan dalam proses belajar. Misalnya, siswa dapat menonton materi pembelajaran melalui perangkat digital seperti layar interaktif atau video, namun hasil pembelajarannya tetap dituangkan dalam bentuk resume yang ditulis tangan.
"Jadi misalnya siswa dengan IFP itu bisa nonton pembelajaran melalui IFP yang ada. Nonton film atau mungkin pembelajaran dalam bentuk video dan tayangan lain. Tapi mereka nanti membuat resume itu dengan tulisan tangan," ujarnya.
Selain itu, pola pemberian tugas kepada siswa juga diarahkan agar lebih menekankan kegiatan membaca dan menulis, bukan sekadar mengerjakan soal seperti yang selama ini banyak ditemukan dalam lembar kerja siswa (LKS).
Menurutnya, metode tugas berbasis soal kerap menimbulkan keraguan mengenai siapa yang sebenarnya mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Ia menilai tidak jarang tugas siswa justru dikerjakan oleh orang tua atau guru privat.
"Bisa jadi orang tuanya, bisa jadi misalnya guru privatnya. Tapi kalau menulis dengan tangan kan tidak mungkin dikerjakan orang tuanya, tidak mungkin dikerjakan oleh guru privatnya. Sekarang mulai kita kembalikan ke arah yang seperti itu," tegasnya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menyeimbangkan penggunaan teknologi pembelajaran modern dengan metode belajar yang menekankan kemampuan otentik siswa dalam berpikir, memahami gagasan, serta mengekspresikannya melalui tulisan.
Ia juga menilai kegiatan menulis tangan lebih memiliki manfaat lebih luas, tidak hanya dalam pengembangan ide, tetapi juga dalam melatih keterampilan motorik siswa.
"Menulis itu tidak hanya mengembangkan gagasan dalam bentuk tulisan, tapi juga melatih motorik supaya mereka juga tetap bisa bergerak aktif. Kan kalau pakai HP kan cuma dua jari, ininya (tangan) tidak ikut gerak," tuturnya.
Menurutnya, aktivitas menulis tangan melibatkan gerakan yang lebih kompleks sehingga membantu perkembangan motorik anak.
"Kalau menulis kan semuanya ikut gerak, ini jalan, sehingga ada sinergi. Dan itu banyak sekali kajian yang mendukung bagaimana agar hal seperti ini bisa terus kita tingkatkan," pungkasnya. (Fik/P-3)
GENERASI muda harus mampu melawan kemalasan dan ketidakpedulian terhadap yang terjadi di lingkungan sekitarnya, untuk kemudian bangkit membangun negeri dengan kemampuan yang dimiliki.
Menu bantuan revitalisasi yang diberikan kepada setiap sekolah tidak sama, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Abdul Mu'ti mengatakan bahwa tujuan utama berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Salah satu indikator utama ketakwaan tersebut adalah kedermawanan atau kesediaan untuk berbagi.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendukung kebijakan Komdigi yang membatasi penggunaan media sosial (medsos) bagi anak di bawah 16 tahun.
Program pertama yang diajukan Mendikdasmen dalam ABT itu adalah anggaran untuk program revitalisasi Satuan Pendidikan.
Penghitungan kerusakan didasarkan pada kerusakan ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved