Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

AI dan Analisis Kicauan Bantu Temukan 2 Spesies Burung Baru

N Apuan Iskandar
10/3/2026 23:25
AI dan Analisis Kicauan Bantu Temukan 2 Spesies Burung Baru
Salah satu spesies antbird baru, Cercomacra Mura, yang sedang bertengger di dahan di hutan Amazon. (Doc Tomaz Melo)

PARA ilmuwan kembali menemukan dua spesies burung baru di kawasan hutan Amazon, Amerika Selatan. Penemuan ini menjadi menarik karena identifikasi spesies tersebut tidak hanya dilakukan melalui pengamatan morfologi, tetapi juga melalui analisis suara yang dibantu teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ornitolog internasional yang mempelajari kelompok burung antbird, yakni burung kecil pemakan serangga yang banyak ditemukan di hutan tropis Amerika Selatan. Kelompok burung ini dikenal memiliki kemiripan bentuk tubuh yang tinggi sehingga sering kali sulit dibedakan hanya berdasarkan ciri fisik.

Para peneliti kemudian menggunakan pendekatan bioakustik, yaitu menganalisis pola suara atau kicauan burung yang direkam dari berbagai wilayah di Amazon. Dengan bantuan sistem AI, ribuan rekaman suara burung dianalisis untuk menemukan perbedaan pola frekuensi, ritme, serta struktur kicauan yang khas dari setiap populasi.

Hasil analisis menunjukkan adanya dua kelompok burung yang memiliki pola suara berbeda secara konsisten dari spesies yang telah dikenal sebelumnya. Setelah dibandingkan dengan data genetik dan karakter morfologi, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kedua kelompok tersebut merupakan spesies baru yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah.

Menurut para peneliti, penggunaan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan proses analisis data suara dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Metode ini sangat membantu dalam penelitian keanekaragaman hayati di wilayah yang luas dan sulit dijangkau seperti hutan Amazon, yang dikenal sebagai salah satu pusat biodiversitas terbesar di dunia.

Amazon sendiri menjadi rumah bagi lebih dari 1.300 spesies burung yang telah diketahui. Namun para ilmuwan meyakini masih banyak spesies yang belum teridentifikasi, terutama di daerah hutan yang terpencil. Analisis suara menggunakan AI kini menjadi salah satu pendekatan baru yang dinilai efektif untuk mengungkap keberadaan spesies yang tersembunyi.

Penemuan dua spesies burung baru ini juga menegaskan pentingnya pelestarian hutan Amazon. Selain sebagai paru-paru dunia, kawasan ini menyimpan kekayaan biodiversitas yang sangat besar dan masih terus dipelajari oleh para ilmuwan. Kehilangan habitat akibat deforestasi dapat mengancam spesies yang bahkan belum sempat diketahui keberadaannya.

Para peneliti berharap teknologi seperti analisis bioakustik dan kecerdasan buatan dapat semakin dimanfaatkan dalam penelitian konservasi. Dengan pendekatan tersebut, para ilmuwan dapat mengidentifikasi spesies baru secara lebih efektif sekaligus memetakan keanekaragaman hayati yang masih tersembunyi di alam.

Sumber: Cornell Lab of Ornithology; BirdLife International; jurnal Ornithology Research; Nature Ecology and Evolution.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya