Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini Bulan sering dianggap sebagai benda langit yang mati secara geologis, namun penelitian terbaru mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Para ilmuwan dari Center for Earth and Planetary Studies di National Air and Space Museum baru saja merilis peta global pertama yang mendokumentasikan ribuan fitur geologis kecil yang disebut Small Mare Ridges (SMR).
Temuan yang diterbitkan dalam The Planetary Science Journal ini mengonfirmasi bahwa Bulan secara aktif terus menyusut, sebuah proses yang memicu terjadinya gempa bulan atau moonquakes di wilayah yang sebelumnya dianggap stabil.
Berbeda dengan Bumi yang memiliki lempeng tektonik yang saling bertabrakan atau menjauh, Bulan hanya memiliki satu kerak yang utuh dan berkesinambungan. Ketegangan tektonik di Bulan terjadi karena bagian interior atau inti Bulan perlahan mendingin.
Proses pendinginan tersebut menyebabkan permukaan Bulan mengerut, mirip seperti kulit anggur yang berubah menjadi kismis dan menciptakan tekanan yang luar biasa pada keraknya. Tekanan inilah yang kemudian membentuk kerutan-kerutan raksasa atau patahan di permukaan.
Penelitian yang dipimpin oleh Cole Nypaver dan Tom Watters ini berhasil mengidentifikasi 1.114 segmen SMR baru yang sebelumnya tidak dikenali di wilayah maria, dataran gelap Bulan yang terlihat dari Bumi. Dengan temuan ini, total kerutan yang terdata kini mencapai 2.634 buah.
Analisis menunjukkan bahwa rata-rata usia kerutan ini adalah sekitar 124 juta tahun, yang dalam skala waktu geologi tergolong sangat muda. Fakta bahwa fitur-fitur ini tersebar luas menunjukkan bahwa aktivitas tektonik akibat penyusutan Bulan terjadi secara global, bukan hanya di area tertentu.
Implikasi dari temuan ini sangat krusial bagi keselamatan misi luar angkasa di masa depan, seperti program Artemis milik NASA. Karena kerutan-kerutan ini terbentuk melalui patahan aktif, para ilmuwan memperingatkan bahwa gempa bulan dapat terjadi di mana pun fitur ini ditemukan.
Gempa di Bulan bisa berlangsung jauh lebih lama daripada di Bumi karena strukturnya yang kering dan kaku, sehingga getarannya bisa sangat merusak bagi infrastruktur pangkalan atau keselamatan astronaut yang tinggal di sana.
Memahami lokasi-lokasi aktif ini memberikan perspektif baru bagi para ilmuwan untuk menentukan tempat pendaratan yang paling aman. Dengan peta lengkap mengenai penyusutan dan aktivitas seismik ini, misi penjelajahan Bulan diharapkan dapat menghindari risiko bencana tektonik.
Sumber: Science Alert
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ornitolog internasional yang mempelajari kelompok burung antbird, yakni burung kecil pemakan serangga yang banyak ditemukan di hutan tropis Amerika
Fenomena langka ini memungkinkan aliran air mengukir Ngarai Lodore sedalam 700 meter tepat di jantung pegunungan, sebuah jalur yang secara logika topografi
Jika skenario itu terjadi, sebagian besar daratan akan berada jauh dari pengaruh pendinginan laut. Fenomena ini dikenal sebagai efek kontinentalitas, yakni kondisi ketika wilayah pedalaman
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman.
Teleskop Hubble NASA berhasil menangkap citra paling tajam komet antarbintang 3I/ATLAS. Objek misterius ini melaju hingga 209.000 km/jam dan berasal dari luar tata surya.
Walaupun suhu tersebut terlalu panas bagi keberadaan air cair di permukaan, planet ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga untuk memahami "lembah radius,"
Ilmuwan temukan potensi kacang arab sebagai sumber pangan masa depan utama di Bulan. Cek hasil penelitian NASA terkait ketahanan legum di tanah ekstrem luar angkasa.
Para astronom menyebut citra ini sebagai salah satu gambaran paling detail tentang bagaimana bintang seperti Matahari mengakhiri hidupnya.
Satu abad lalu, Robert Goddard meluncurkan roket bahan bakar cair pertama. Penemuan yang terinspirasi fiksi ilmiah dan peran vital Esther Goddard.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved