Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Momen Terakhir Bintang Sekarat Terekam Hubble dan Euclid

Intan Safitri
17/3/2026 22:14
Momen Terakhir Bintang Sekarat Terekam Hubble dan Euclid
Nebula Mata Kucing bersinar di tengah kegelapan angkasa.(NASA Science)

TELESKOP luar angkasa Hubble Space Telescope dan Euclid Space Telescope berhasil menangkap fase dramatis dari kematian sebuah bintang. Dua observatorium tersebut merilis citra terbaru dari Cat’s Eye Nebula, sebuah nebula yang terbentuk dari lapisan luar bintang yang terlepas saat bintang memasuki tahap akhir hidupnya.

Nebula ini terletak sekitar 4.300 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Draco. Dalam gambar terbaru yang dirilis oleh NASA dan European Space Agency, tampak struktur gas yang kompleks berupa lapisan-lapisan terang, filamen tipis, dan gelembung gas yang seolah meledak keluar dari pusat nebula.

Para astronom menyebut citra ini sebagai salah satu gambaran paling detail tentang bagaimana bintang seperti Matahari mengakhiri hidupnya.

Dua Teleskop, Dua Perspektif Kosmos

Kolaborasi Hubble dan Euclid memberikan perspektif yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Hubble memotret inti nebula dengan resolusi sangat tinggi. Dari pengamatan tersebut, para ilmuwan bisa melihat struktur rumit di sekitar bintang pusat, termasuk semburan gas berkecepatan tinggi dan gelembung materi yang saling bertumpuk.

Sementara itu, Euclid menangkap wilayah yang jauh lebih luas di sekitar nebula. Teleskop ini memperlihatkan halo gas yang lebih redup dan lapisan material yang terlontar ribuan tahun sebelumnya. Citra Euclid juga menampilkan ratusan hingga ribuan galaksi jauh di latar belakang, memberikan gambaran skala kosmos yang jauh lebih besar.

Dengan kata lain, Hubble menunjukkan detail mikro dari kematian bintang, sementara Euclid memperlihatkan konteks kosmik yang lebih luas.

Catatan “Fosil” dari Proses Kematian Bintang

Struktur berlapis yang terlihat di Cat’s Eye Nebula sebenarnya menyimpan catatan sejarah evolusi bintang tersebut. Setiap cincin atau gelembung gas menandai fase ketika bintang melepaskan lapisan luarnya.

Proses ini terjadi ketika bintang mulai kehabisan bahan bakar nuklir. Tanpa energi yang cukup untuk mempertahankan stabilitasnya, lapisan luar bintang terdorong keluar ke ruang angkasa. Material itu kemudian bercahaya akibat radiasi dari inti bintang yang tersisa, membentuk objek yang dikenal sebagai planetary nebula.

Berbeda dengan bintang raksasa yang mati lewat ledakan supernova, bintang dengan massa mirip Matahari mengakhiri hidupnya dengan cara lebih perlahan. Mereka melepaskan lapisan gas secara bertahap selama ribuan tahun sebelum akhirnya menyisakan inti padat yang disebut white dwarf.

Petunjuk Masa Depan Matahari

Pengamatan terhadap Cat’s Eye Nebula juga memberi gambaran tentang masa depan Matahari. Para ilmuwan memperkirakan Matahari akan mengalami proses serupa dalam sekitar 5 miliar tahun ke depan.

Saat itu terjadi, Matahari akan membentuk nebula bercahaya yang mungkin terlihat dari sistem bintang lain di galaksi. Gas yang dilepaskan akan menyebar ke ruang antarbintang dan menjadi bahan baku bagi pembentukan bintang dan planet generasi berikutnya.

Citra gabungan dari Hubble dan Euclid menunjukkan kematian bintang bukan sekadar akhir, tetapi bagian dari siklus kosmik yang terus membentuk ulang alam semesta. (Live Science, Space, NASA/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya