Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

100 Tahun Revolusi Roket: Mengenang Robert Goddard dan Peran Tak Terduga Sang Istri

Thalatie K Yani
17/3/2026 04:58
100 Tahun Revolusi Roket: Mengenang Robert Goddard dan Peran Tak Terduga Sang Istri
Robert Goddard(NASA)

TEPAT pada 16 Maret 2026, dunia memperingati 100 tahun momen bersejarah yang mengubah wajah eksplorasi luar angkasa. Satu abad lalu, sebuah roket kecil meluncur selama dua detik di Massachusetts, Amerika Serikat. Meski singkat, penerbangan itu menandai lahirnya era roket berbahan bakar cair.

Robert H. Goddard (1882-1945) adalah sosok di balik kemudi revolusi ini. Bersama Hermann Oberth dari Jerman dan Konstantin Tsiolkovsky dari Rusia, Goddard dinobatkan sebagai bapak roket modern. Pencapaian puncaknya terjadi pada 16 Maret 1926, saat ia berhasil meluncurkan roket bahan bakar cair pertama di dunia.

Dari Imajinasi ke Realitas

Ketertarikan Goddard pada antariksa bermula dari karya fiksi ilmiah H.G. Wells dan Jules Verne. Kevin Schindler, sejarawan dari Observatorium Lowell, mengisahkan pada usia 17 tahun, saat sedang memangkas pohon ceri, Goddard mendapatkan visi yang mendorongnya mendedikasikan hidup untuk perjalanan ruang angkasa.

"Kisah Goddard adalah tentang inspirasi, mengejar impian tanpa henti, dan mengubahnya menjadi kenyataan," tulis Schindler.

Eksperimen bersejarahnya di Auburn, Massachusetts, menggunakan roket oksigen cair-bensin yang terbang setinggi 12,5 meter. Walaupun terlihat sederhana menurut standar sekarang, kurator museum penerbangan Erin Gregory menegaskan bahwa itu adalah pembuktian krusial.

"Penerbangan pertama ini membuktikan gagasan Anda bisa mengendalikan roket bertenaga cair. Itu adalah landasannya; bahwa hal itu bisa dilakukan," ujar Gregory kepada Space.com.

Inovasi yang Melampaui Zaman

Goddard memelopori berbagai teknologi yang hingga kini masih digunakan oleh NASA dan perusahaan antariksa swasta, di antaranya:

  • Roket Multi-Tahap: Konsep membuang tangki bahan bakar yang kosong agar roket lebih ringan dan bisa terbang lebih tinggi.
  • Sistem Pendingin Mesin: Mengembangkan teknik pendinginan untuk mencegah ruang bakar meleleh akibat panas ekstrem.
  • Navigasi Gyroscope: Menggunakan sensor untuk menjaga stabilitas roket saat terbang.

Esther Goddard: Pahlawan yang Terlupakan

Keberhasilan Goddard tidak lepas dari peran istrinya, Esther Goddard. Ia bukan sekadar pendamping, melainkan tim teknis, fotografer, sekaligus pengelola keuangan. Esther adalah sosok yang memahami catatan rumit Goddard, mendokumentasikan setiap tes, bahkan memadamkan api kecil di lokasi peluncuran.

Setelah Goddard wafat pada 1945, Esther berjuang memastikan warisan suaminya tidak tenggelam oleh popularitas ilmuwan roket Jerman pasca-Perang Dunia II. Ia berhasil mendaftarkan 131 paten tambahan setelah suaminya meninggal, dari total 214 paten atas nama Goddard.

Kini, nama Goddard diabadikan pada Goddard Space Flight Center milik NASA di Maryland. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Buzz Aldrin bahkan membawa otobiografi Robert Goddard ke permukaan bulan saat misi Apollo 11 pada 1969. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik