Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

NASA Uji Coba Pencitraan Medis AI di Stasiun Luar Angkasa

Asha Bening Rembulan
14/3/2026 12:11
NASA Uji Coba Pencitraan Medis AI di Stasiun Luar Angkasa
NASA menggunakan teknologi augmented reality dan AI di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional.(NASA)

Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional telah menguji dua teknologi baru guna meningkatkan kemampuan medis di luar angkasa dan mengurangi ketergantungan pada dukungan dari Bumi.

Para astronot menggunakan realitas tambahan (augmented reality) untuk memandu mereka melalui pemindaian ultrasonik organ mereka. Kemudian, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan mengidentifikasi organ-organ tersebut.

Uji coba ini merupakan pengalaman pertama penggunaan AI oleh astronot untuk meningkatkan akses astronot terhadap pertolongan cepat medis ketika mereka melakukan perjalanan jauh dari Bumi.

NASA Siapkan Kru Ekspedisi Uji Coba

Saat ini, NASA dikabarkan tengah mempersiapkan kru Ekspedisi 74 untuk melakukan perjalanan luar angkasa pada minggu ini guna mengalihkan kabel di sisi kiri keluaran daya orbital Stasiun luar Angkasa untuk penyusunan panel surya baru.

Para astronot telah melakukan persiapan intensif, seperti memeriksa pakaian antariksa secara menyeluruh guna memastikan tidak ada kebocoran. Para astronot juga tengah menguji kemampuan augmented reality dan AI yang akan digunakan nantinya.

NASA juga melakukan simulasi situasi skenario yang mana para astronot tidak dapat mengandalkan dukungan dari Bumi. Tujuannya agar mereka dapat menggunakan alat USG sehingga gambar USG dapat dimasukkan ke dalam model AI dan secara akurat mampu mengidentifikasi organ internal para astronot.

Awal Baru untuk Perjalanan Luar Angkasa

Meskipun simulasi yang dilakukan NASA merupakan langkah mendasar, tetapi simulasi ini menjadi gambaran awal dari kemampuan masa depan dari sistem augmented reality dan AI.

Ketika para astronot melakukan perjalanan yang lebih jauh dari apa yang mereka lakukan saat ini, sistem pendukung di darat akan membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons. 

Namun, dengan adanya sistem baru ini memungkinkan keahlian langsung di bidang-bidang yang bahkan para astronot sendiri mungkin tidak sepenuhnya mahir. 

Dengan kata lain, augmented reality dan AI yang dikembangkan ini dapat menyediakan cadangan pengetahuan jika para astronot tidak mampu menjalankan tugasnya dan dapat memberikan bantuan penting secara langsung tanpa harus menunggu respons dari NASA. (Yahoo Tech/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya