Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

87 Persen Pelaku Usaha Ritel Nilai AI Penting demi Cegah Kerugian Bisnis

Ihfa Firdausya
13/3/2026 19:16
87 Persen Pelaku Usaha Ritel Nilai AI Penting demi Cegah Kerugian Bisnis
ilustrasi(ZBRA)

Pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dan otomatisasi semakin menjadi faktor penting dalam operasional bisnis ritel. Riset terbaru dari Zebra Technologies Corporation menunjukkan bahwa 87% pemimpin industri retail menilai teknologi tersebut berperan krusial dalam mencegah kerugian sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Temuan tersebut dipaparkan dalam laporan 18th Annual Global Shopper Study yang menyoroti perubahan perilaku konsumen serta peran teknologi dalam meningkatkan pengalaman berbelanja.

Country Manager Indonesia Zebra Technologies Eric Ananda mengatakan masa depan bisnis retail akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengintegrasikan pengalaman fisik dan digital atau “phygital experience.” Menurutnya, pemanfaatan AI, otomatisasi, serta alur kerja yang lebih cerdas memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman belanja yang lebih cepat, mulus, dan personal bagi pelanggan.

“Bisnis retail yang berkembang di masa depan dipimpin oleh pemimpin yang tangkas dan mampu menghubungkan pengalaman fisik dan digital melalui alur kerja yang cerdas,” ujar Eric.

Riset tersebut juga menemukan bahwa tingkat kepuasan pelanggan mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut. Tingkat kepuasan terhadap pengalaman belanja di toko fisik tercatat 79% secara global dan 75% di Asia Pasifik. Sementara, kepuasan terhadap belanja online mencapai 73% global dan 69% di Asia Pasifik. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencatat kepuasan hingga 85% secara global untuk pengalaman belanja di toko maupun online.

Selain itu, tekanan inflasi turut memengaruhi perilaku konsumen. Sekitar 78% pembeli global dan 74% pembeli di Asia Pasifik kini lebih memprioritaskan diskon dan promosi ketika berbelanja.

Laporan tersebut juga menunjukkan sejumlah faktor yang memicu ketidakpuasan pelanggan di toko, seperti:

  • Stok produk kosong (68% global, 63% Asia Pasifik)
  • Produk disimpan di etalase terkunci (70% global, 67% Asia Pasifik)
  • Kurangnya jalur pembayaran atau self-checkout (62% global, 56% Asia Pasifik)

Masalah tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan efisiensi operasional di tingkat toko.

Teknologi Bantu Kinerja Staf Retail

Teknologi juga dinilai mampu meningkatkan kinerja staf toko. Sebanyak 88% staf toko secara global mengaku kesulitan memperoleh informasi atau bantuan secara cepat ketika melayani pelanggan.

Di Asia Pasifik, angka tersebut meningkat dari 76% menjadi 85% dalam satu tahun terakhir. Namun lebih dari 87% staf toko global percaya bahwa penggunaan teknologi yang tepat dapat mengurangi stres kerja dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Selain itu, 90% responden global menyatakan teknologi membantu mereka menyelesaikan tugas lebih cepat.

Masalah pengelolaan stok atau inventory masih menjadi tantangan utama bagi industri retail. Sekitar 52% pembeli global masih meninggalkan toko tanpa membeli semua barang yang mereka inginkan karena stok kosong atau kesulitan menemukan produk. Karena itu, 84% pengambil keputusan di sektor retail menyebut sinkronisasi inventory secara real-time sebagai prioritas utama perusahaan.

Dalam lima tahun ke depan, banyak perusahaan retail berencana mengadopsi teknologi seperti computer vision, RFID (Radio Frequency Identification), generative AI. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan visibilitas stok sekaligus mengurangi penyusutan inventory.

Teknologi Dorong Pertumbuhan Bisnis Retail

Riset tambahan Zebra bersama Oxford Economics berjudul Impact of Intelligent Operations menunjukkan bahwa perusahaan retail yang memprioritaskan pengelolaan inventory dapat meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas hingga 1,8 poin persentase.

Dalam laporan tersebut, otomatisasi untuk visibilitas stok secara real-time menjadi salah satu faktor utama yang mendorong profitabilitas toko fisik. Selain itu, pemanfaatan media retail network dan iklan digital di dalam toko juga semakin meningkat sebagai strategi untuk meningkatkan penjualan.

Zebra juga baru saja mengakuisisi perusahaan teknologi Elo untuk memperkuat solusi media retail network bagi perusahaan retail. Menurut Eric Ananda, perusahaan retail perlu terus meningkatkan konektivitas dan pengalaman pelanggan agar mampu memenuhi ekspektasi konsumen modern.

“Pembeli berhak mendapatkan pengalaman terbaik saat berbelanja di toko modern, mulai dari ketersediaan produk hingga pengalaman belanja yang mulus,” katanya.

Melalui berbagai solusi teknologi seperti perangkat tablet, scanner, hingga sistem RFID, Zebra berupaya membantu perusahaan retail meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus tetap kompetitif di tengah perubahan industri. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya